Tribun Makassar
Danny Pomanto Jawab Keraguan Pihak Soal Implementasi Makassar Metaverse
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menjawab keraguan atas Makassar Metaverse bisa jalan dalam layanan Pemerintah Kota Makassar.
TRIBUN-TIMUR.COM- Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menjawab keraguan atas Makassar Metaverse.
Danny Pomanto pun menjawab secara blak-blakan cara pemerintah menjalankan Metaverse di kediamannya, Jl Amirullah, Kota Makassar, Sulsel, Rabu (16/3/2022).
Mantan Dosen Arsitek Universitas Hasanuddin ini pun menyampaikan cara pemerintah di awal dalam membuat metaverse.
Danny menyampaikan dalam membangun Metaverse maka, ada tiga struktur kerja.
Pertama membangun sistem kemudian alam dan terakhir membangun konten.
Untuk saat ini, Danny Pomanto pun menarget ada 108 konten layanan pemerintah berada di Metaverse.
Baca juga: Danny Pomanto Jadikan Sistem Sombere & Smart City Sebagai Paltform Makassar Metaverse
Ia pun mencontohkan, jika ada orang gila dan kasus narkoba yang tak bisa dikunjungi Dinas Sosial, maka petugas akan mengunjungi melalui Metaverse.
“Keluarganya ditaruh (dalam suatu ruangan), dan dia bisa melihat anggotanya,” katanya.
Tak hanya itu, Danny Pomanto juga mencontohkan pembayaran pajak bisa menggunakan uang digital, Cryptocurrency.
Ia juga menyampaikan, PDAM sudah uji coba.
“Walaupun itu belum terstruktur, kita bangun dulu sistem, bangun alam dan bangun konten yang dibikin SKPD dalam kepentingannya. Rata-rata sudah kena lah,” katanya.
Ia juga menyampaikan, saat ini pemerintah akan membangun data.
Baca juga: Danny Pomanto Bakal Ganti Kepala Dinas di Makassar Jika Tak Paham Metaverse
“Kita bangun QR code, data UMKM, data anjal. Semua (SKPD) mengeluh soal data,” katanya.
Danny pun menarget pengumpulan data sekitar 1-2 bulan ke depan.
Apa itu Metaverse?
WIR Group, perusahaan teknologi augmented reality terkemuka asal Indonesia yang masuk dalam daftar “Metaverse Companies to Watch in 2022” versi majalah bisnis internasional Forbes GE, terus menjalin kerja sama dengan berbagai entitas dari beragam sektor guna mengembangkan platform Metaverse Indonesia.
Rencananya, WIR Group akan memperkenalkan prototipe Metaverse Indonesia kepada dunia internasional saat perhelatan Presidensi G-20 Indonesia 2022 di Bali.
Executive Chairmand & Co-Founder WIR Group, Daniel Surya mengatakan Metaverse Indonesia akan dirancang dengan platform yang didukung oleh teknologi artificial intelligence (AI), virtual reality (VR), dan augmented reality (AR).
“Platform Metaverse Indonesia nantinya juga akan menghadirkan kota-kota besar di Indonesia dengan tata kelola yang digunakan bersifat kredibel dan berdasarkan nilai-nilai dan kearifan budaya bangsa,” ujarnya.
Selain didukung pemerintah, dalam pengembangan Metaverse Indonesia ini WIR Group juga mengajak perusahaan global Meta (Facebook) dan Microsoft sebagai pengembang perangkat keras seperti kacamata augmented dan virtual reality.
Baca juga: Pemkot Makassar Dinilai Perlu Edukasi Warga Terkait Metaverse
Sementara di dalam negeri, WIR Group telah menandatangani kerja sama dengan sejumlah entitas dari berbagai sektor untuk ikut bergabung dalam ekosistem Metaverse Indonesia, mulai dari sektor perbankan di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), sektor pendidikan (Trisakti School of Multimedia), properti hingga budaya dan kuliner (Museum Boga Indonesia).
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong kolaborasi multipihak dalam merintis dan mewujudkan metaverse versi Indonesia agar memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di era digital.
“Metaverse Indonesia telah mulai terbentuk dari sektor yang ekosistem user-nya paling adaptif untuk mengadopsi inovasi digital.
Hal ini pun akan terus berevolusi dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Tentunya perkembangan ini menggunakan sumber daya, konektivitas, dan semua elemen informatika di Indonesia, serta melibatkan berbagai perusahaan yang telah berfokus untuk mengembangkannya” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate beberapa waktu lalu.
Metaverse merupakan semesta kolaboratif yang menggabungkan interaksi manusia dengan avatar serta berbagai produk dan layanan antara dunia nyata dengan dunia digital tanpa batas di mana semua bisa berlangsung secara simultan dan paralel.
Melalui dunia teknologi metaverse ini, nantinya apa yang terjadi dalam dunia digital akan menjadi hampir senyata dunia aslinya.
“Metaverse yang awalnya merupakan konsep fiksi ilmiah dapat menjadi kenyataan yang terus bertambah dan semakin riil seiring berkembangnya teknologi dan konektivitas,” ujar Gupta Sitorus, Chief Marketing Officer WIR Global.(tribun-timur.com/grid.id)
Baca juga: Smart City, Metaverse untuk Siapa?