Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DPRD Sulsel Persilahkan Vale Angkat Kaki, Wakil Ketua DPRD Lutim Singgung Provinsi Tana Luwu

Rentetan aksi dilakukan warga setempat, baik pemuda dan ibu rumah tangga karena menilai PT Vale Indonesia tidak komitmen dalam menyelesaikan hak warga

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Saldy Irawan
dok pribadi
Wakil Ketua 1 DPRD Luwu Timur, HM Siddiq BM 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Sejumlah aksi unjuk rasa dilakukan pemuda dan masyarakat Sorowako dengan menuntut hak kepada PT Vale Indonesia, Kamis (10/3/2022).

Rentetan aksi ini dilakukan warga setempat, baik pemuda dan ibu rumah tangga karena menilai PT Vale Indonesia tidak komitmen dalam menyelesaikan hak warga.

Aksi ini mendapat tanggapan dari DPRD Sulsel. 

Ketua Komisi D DPRD Sulsel Rahman Pina mengatakan DPRD Sulsel meminta pemerintah pusat tidak memperpanjang kontrak PT Vale.

"Kami di DPRD Sulsel meminta agar pemerintah pusat tidak memperpanjang kontrak kerja ini. Selama 50 Tahun PT Vale di Sulsel hanya menyisahkan masalah, kerusakan lingkungan.Tak ada nilai ekonomi bagi masyarakat," kata Rahman Pina

Kontrak PT Vale di Sorowako akan habis pada 2025 mendatang.

Dalam keterangannya, kehadiran PT Vale di Tana Luwu selama setengah abad tak berkontribusi nyata atas kesejahteraan masyarakat, dan malah menyisahkan banyak kerusakan lingkungan di areal pertambangan.  

Pernyataan dari Ketua Komisi D DPRD Sulsel ini mendapat respon dari Wakil Ketua 1 DPRD Luwu Timur, HM Siddiq BM.

Menurutnya, bila Sulsel tidak lagi menginginkan PT Vale Indonesia, maka ada Provinsi Tana Luwu yang mau menampung Vale.

"Kalau mau keluarkan dari Sulsel gampang, biarkan Provinsi Tanah Luwu terbentuk," kata Siddiq.

Provinsi Tana Luwu sudah bertahun-tahun digaungkan para Wija to Luwu agar terbentuk sebagai daerah otonomi baru, sampai sekarang belum terwujud.

Ketua Assosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Luwu Timur, Muhammad Chaedir juga merespon peryataan dari perwakilan DPRD Sulsel tersebut.

Menurut Chaedir pernyataan legislator Sulsel dari Fraksi Golkar tersebut sangat prematur dan tidak paham konteks. 

"Keberadaan PT Vale di Luwu Timur dan Sulawesi Selatan menghidupi ribuan orang dan pengusaha lokal,"

Kalaupun PT Vale dianggapnya tidak sempurna dalam berkontribusi ke daerah khususnya Luwu Timur itu lain lagi masalahnya tapi bukan berarti PT Vale harus angkat kaki dari Luwu Timur," kata Chaedir. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved