Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mengenal Spetsnaz Fatal Beauty Pasukan Khusus Wanita yang Diturunkan Rusia, Latihannya Mengerikan

Ukraina tak menyerah meski diserang. Presiden Ukraina Vlodymyr Zelensky dan ibu anegara Olena Zelenska ikut berjuang untuk negaranya.

Editor: Ansar
Kolase Instagram
Tentara wanita dalam pasukan khusus Rusia. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Rusia dikabarkan mulai menurunkan pasukan khusus untuk menyerang pertahanan Ukraina.

Dalam tiga hari serangan militer ke Ukraina, Rusia belum bisa menguasai negara itu.

Ukraina tak menyerah meski diserang. Presiden Ukraina Vlodymyr Zelensky dan ibu anegara Olena Zelenska ikut berjuang untuk negaranya.

Semangat Ukraina yang tak kendor membuat Rusia menyisati dengan menerjunkan pasukan khusus.

Tenyata dalam pasukan khusus, ada sosok tentara wanita yang curi perhatian.

Mantan Kepala Pertahanan Anggota NATO Estonia, Riho Terras mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin saat ini tengah mengamuk.

Baca juga: Sosok Anastasiia Lenna Ratu Kecantikan Ukraina Angkat Senjata Lawan Rusia, Garang saat Ancam Lawan

Baca juga: Siapa Anonymous? Kelompok Siluman Bantu Ukraina Serang Balik Rusia, Web Kementerian dan TV Dihapus

“Putin sangat marah. Dia pikir seluruh perang akan mudah dan semuanya akan selesai dalam waktu 1 hingga 4 hari,” cuit Terras di Twitter seperti dikutip dari New York Post.

Menurut dia, Rusia harus mengeluarkan 20 miliar dolar AS atau setara Rp 287 triliun per hari untuk biaya perang.

Laporan lain mengatakan bahwa diantara unit militer Rusia yang melintasi perbatasan Ukraina itu, muncul nama Spetsnaz.

Dilansir NDTV pasukan khusus Rusia ini, menurut NATO, dikirim ke Belarus selama latihan militer bersama.

Mereka telah melakukan misi selama masa perang serta perdamaian, dalam keadaan darurat di seluruh dunia.

Miss Ukraina Anastasiia Lenna angkat senjata lawan Rusia
Miss Ukraina Anastasiia Lenna angkat senjata lawan Rusia (instagram.com/anastasiia.lenna/kolase tribun-medan.com)

Apa saja kekuatan Spetsnaz?

Untuk memahami asal usul unit militer khusus yang canggih, penting untuk mengetahui tentang Glavnoye Razvedyvatelnoye Upravlenie atau GRU, dinas intelijen militer Rusia. 

GRU hidup lebih lama dari KGB ketika Uni Soviet runtuh pada tahun 1991 dan banyak kekuatan barat takut bahwa unit itu berkembang hari ini.

GRU, yang menurut Britannica adalah singkatan dari Direktorat Intelijen Utama, telah disalahkan atas serangan agen saraf Salisbury pada 2018.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved