Tribun Bone

Siaran Langsung: Dirusak Penambang Liar, Situs Kerajaan Bone Adalah Pusat Pemerintahan di Masa Lalu

La Patau dikenali sebagai Raja Bone ke-16 dan Raja Soppeng ke-18 dengan masa pemerintahan antara 1696-1714 M.

Penulis: Kasdar Kasau | Editor: Muh Hasim Arfah
dok tribun-timur/Kasdar Kasau
Kolase foto Raja Bone ke-16, La Patau Matanna Tikka dan situs kerajaan Bone yang dirusak penambang liar di di Desa Nagauleng, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (24/2/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM- Makam ibunda Raja Bone ke-16 La Patau Matanna Tikka, We Mappolo Bombang saat ini rusak.

Kerajaan Bone atau sering pula dikenal dengan Akkarungeng ri Bone, merupakan kesultanan yang terletak di Sulawesi bagian barat daya atau tepatnya di daerah Provinsi Sulawesi Selatan sekarang ini.

Kerajaan ini menguasai areal sekitar 2.600 kilo meter persegi di masa lampau wilayah Sulawesi Selatan.

Penambang liar merusak kompleks situs Raja Bone.

Sehingga, saat ini, kepolisian resort (Polres) Bone sudah turun tangan.

Baca juga: Oknum Penambang Liar Rusak Situs Raja Bone Kini Dilimpahkan ke Tipiter Polres Bone

La Patau dikenali sebagai Raja Bone ke-16 dan Raja Soppeng ke-18 dengan masa pemerintahan antara 1696-1714 M.

Situs Raja Bone ini terletak di Desa Nagauleng, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.

Di situs ini adalah pusat pemerintahan Raja Bone di masa lalu.

Cenrana adalah area yang diapit dua sungai besar.

Ada ratusan makam di Cenrana.

Termasuk makam La Patau Matanna Tikka.

Area ini juga adalah benteng perlindungan Raja Bone ketika masa perang.

Organisasi Raja Bone

Organisasi yang berganggotakan keturunan Raja Bone terbentuk.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved