Opini Tribun Timur
Omicron Mengganas, Butuh Solusi Tegas
Pandemi yang bukan hanya memakan banyak korban jiwa namun juga telah memporak-porandakan perekonomian dunia termasuk Indonesia.
Oleh: Indah Dahriana Yasin
Ketua Yayasan Cinta Abi-Ummi Makassar
Hampir dua tahun Indonesia harus berjuang melawan ganasnya virus Covid-19.
Pandemi yang bukan hanya memakan banyak korban jiwa namun juga telah memporak-porandakan perekonomian dunia termasuk Indonesia.
Kebijakan-kebijakan baru terus bermunculan seiring dengan silih bergantinya varian baru.
Setelah varian delta yang menambah panjang deretan nama korban yang berjatuhan setiap saat. Kini muncul varian baru yang disebut Omicron.
Bahkan disinyalir bahwa varian ini sudah menyebar luas yang mengakibatkan warga Jakarta mulai kesulitan mencari rumah sakit.
Menurut Abraham Wirotomo, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, pihaknya menerima laporan bahwa warga Jakarta mulai kesulitan mencari rumah sakit akibat merebaknya Covid-19 varian Omicron.
Keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di sejumlah rumah sakit di Jakarta mencapai 45 persen. Bisnis.com, 28/1/2022.
Tarik Ulur Kebijakan
Ganasnya varian virus covid-19 tampak tidak sebanding dengan solusi yang diberikan. Bahkan cenderung tidak menguntungkan rakyat.
Gencaranya vaksinasi dan sanksi tak mampu menyadarkan masyarakat tentang pentingnya untuk ikut berkontribusi.
Diperparah dengan hilangnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah akibat kebijakan-kebijakan yang terkesan tidak berpihak kepada mereka.
Kita mungkin masih mengingat di awal pandemi. Bagaimana pemerintah tidak bersegera melakukan lockdown hingga penyebaran virus tidak terkendali.
Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ikut mewarnai, namun di sisi lain, kedatangan Tenaga Kerja Asing China yang notabene menjadi tempat awalnya ditemukannya virus ini, tak juga dibatasi.