Opini Tribun Timur
Data dan Industri Digital
Data adalah Fakta. Fakta dapat diverifikasi dengan panca indera atau dikuantifikasi menjadi angka-angka.
Ekonomi liberal, khususnya mazhab Austria telah lama mengkritik kompetensi dan keandalan Bank sentral mengendalikan dan mengatur peredaran uang (Hayek, 1990).
Mazhab Autria yang mempromosikan desentralisasi keuangan, dan bisa saja desentralisasi kewenangan. Mazhab ini juga bukan mainstream dalam ekonomi. Ia kerap menempuh jalan ninja.
BISNIS TERSEMBUNYI
Nilai data bisa sangat kompleks tergantung konteksnya. Data sebagai intangible asset (aset tak berwujud). Kompleksitas data karena melibatkan banyak pihak, banyak sektor, banyak institusi.
Dari data pribadi, data publik, data rahasia, dan seterusnya. Google dan Facebook menjadi perusahaan besar karena bisnis data.
Bisnis data memang tidak populer. Hanya yang bisa mengakses dan mengetahui nilainya yang dapat mengambil manfaat dari data dan melahirkan model bisnis baru.
Beberapa karakteristik model bisnis baru tersbut adalah: berbasis informasi, transaksi lintas negara (delocation), model bisnis langsung ke pasar, anonimitas, dll. Model bisnis tersebut melahirkan efek lain seperti manipulasi data, hyper reality, dan misinterpretasi (kominfo, 2017)
Kehadiran model bisnis baru tersebut melahirkan permasalahan baru baik bagi pemerintah maupun individu.
Bagi pemerintah seperti, ketidakjelasan objek pajak dan subjek pajak, massifnya underground economy (transaksi yang tidak tercatat data keuangannya di otoritas), statuta negara sebagai teritorial hukum NKRI.
Akibat pada tingkat individu seperti penipuan e-commerce, investasi bodong, skam, keamanan transakasi, dan keamanan data pribadi yang bisa saja diperjualbelikan tanpa sepengetahuan kita.
Bahaya yang lebih mengancam adalah belum ada database untuk semua transaksi digital data pribadi yang telah dikumpulkan oleh berbagai aplikasi start-up.
Apabila semua data-data pribadi dan transaksi kita selama 24 jam berlangsung selama sebulan, setahun, maka dengan mudah mesin pintar (artificial intelegence) akan memetakan dan memprediksi perilaku kita, bahkan yang lebih berbahaya adalah jika kehidupan kita dipandu dan diarahkan oleh mesin tersebut, melalui algoritma.
Melalui mekanisme inilah, selera kita dikendalikan, konsumsi, jenis hiburan, jenis bacaan sampai pada standar kebenaran dikostruksi oleh sebuah mesin.
Dan hal tersebut dianggap sebagai model bisnis baru. Lalu masih adakah kesempatan bagi konsumen untuk memilih selain yang ditawarkan produsen?
Tentu selalu ada jalan alternatif.
Data seperti minyak atau bahan mentah tambang lainnya yang dapat bernilai tinggi jika dikelola dengan baik.
Rantai nilai data, dari data mentah, proses data, integrasi data, analisa data, pengetahuan baru, perilaku baru, dan potensi nilai dari data.
Potensi prediksi, preskripsi, diagnosis untuk melahirkan tindakan yang tepat.
Bagi pemerintah yang memiliki kedaulatan wilayah dan warga negara dapat mengoptimalkan potensi aparatusnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/syamsu-alam-pegiat-di-liberal-studi-praxis-dosen-fe-unm-1.jpg)