Keperawanan

3 Mitos Soal Keperawanan yang Perlu Diketahui

Di Indonesia, masalah keperawanan ini kerap menimbulkan kecemasan. Hal ini menimbulkan munculnya mitos-mitos seputar masalah keperawanan ini.

Editor: Muh. Irham
net
Ilustrasi 

Oleh karena itu, tak ada cara untuk menguji keperawanan seseorang. Namun, karena masyarakat begitu terobsesi dengan keperawanan, muncullah berbagai mitos seputar tes keperawanan.

Meski secara sepintas mungkin terdengar meyakinkan, tidak ada landasan ilmiah yang bisa membenarkan mitos-mitos tersebut. Anda pasti pernah mendengar soal mitos-mitos di bawah ini, kan?

1. Selaput dara

Banyak orang percaya bahwa keperawanan bisa dilihat dari apakah selaput dara seseorang masih utuh. Inilah mengapa orang-orang yakin tes untuk menguji keperawanan mungkin dan perlu dilakukan. Padahal, selaput dara tidak bisa dijadikan tolak ukur keperawanan.

Selaput dara adalah lapisan tipis dan lentur yang melindungi bukaan vagina dari dalam. Lapisan ini bentuknya bermacam-macam.

Kebanyakan selaput dara berlubang di bagian tengah. Hal ini memungkinkan keluarnya darah ketika menstruasi.

Namun, ada juga wanita yang selaput daranya hanya memiliki lubang yang sangat kecil sehingga rentan sobek.

Selaput dara ini bisa sobek kapan saja, misalnya ketika berolahraga, naik sepeda, berdansa, jatuh, berhubungan seks, dan banyak kemungkinan lainnya.

Berhubungan seks bukanlah satu-satunya alasan selaput dara seorang wanita sobek.

Baca juga: Hubungan Gelap Seorang Janda dan Pria Beristri Berujung Maut, Hubungan Seks Sampai Lemas dan Kejang

Wanita yang sudah berhubungan seks mungkin saja selaput daranya masih utuh. Ini karena beberapa wanita memiliki selaput dara yang sangat kuat atau lubangnya cukup besar sehingga penis bisa masuk tanpa merobek lapisan tersebut. Tampon juga bisa masuk ke dalam vagina tanpa merusak selaput dara.

Karena setiap wanita memiliki selaput dara yang sifat dan bentuknya berbeda-beda, tidak ada cara tertentu untuk menguji keperawanan wanita hanya dari melihat selaput daranya.

Selaput dara yang sudah sobek biasanya ditandai dengan bekas kulit yang seperti pecah-pecah di sekitar bukaan vagina tanpa adanya selaput.

Namun, sama seperti melukai permukaan kulit mana pun di sekujur tubuh Anda, selaput dara sobek sebelum berhubungan seks adalah hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Selaput dara yang sobek juga tidak berpengaruh apa pun pada kesehatan seseorang secara umum dan seksual.

2. Vagina berdarah

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved