Keperawanan

3 Mitos Soal Keperawanan yang Perlu Diketahui

Di Indonesia, masalah keperawanan ini kerap menimbulkan kecemasan. Hal ini menimbulkan munculnya mitos-mitos seputar masalah keperawanan ini.

Editor: Muh. Irham
net
Ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sebagian masyarakat Indonesia saat ini masih memegang teguh prinsip keperawanan. Seorang wanita yang belum menikah, seharusnya masih perawan.

Tak heran jika saat ini banyak wanita yang tetap menjaga keperawanannya hingga hari pernikahan.

Di Indonesia, masalah keperawanan ini kerap menimbulkan kecemasan. Hal ini menimbulkan munculnya mitos-mitos seputar masalah keperawanan ini.

Masyarakat jadi begitu gencar mencari berbagai cara untuk membuktikan apakah seorang wanita masih perawan.

Lalu bagaimana dengan keperawanan dalam pandangan sains? Apakah benar orang lain bisa menguji keperawanan seorang wanita berdasarkan ciri-ciri tertentu? Simak jawabannya berikut ini.

Apa itu keperawanan?

Baca juga: Tanda-tanda Seorang Wanita Tak Perawan, 6 Bentuk Fisik Ini Bisa Jadi Penanda

Keperawanan adalah konsep dan norma sosial, bukan kondisi medis. Oleh karena itu, makna keperawanan tentu berbeda-beda bagi setiap orang.

Tidak ada definisi yang secara spesifik bisa menggambarkan apa itu keperawanan. Namun, secara umum seorang perawan adalah perempuan yang belum pernah berhubungan seksual dengan orang lain.

Arti dari berhubungan seksual sendiri bisa bermacam-macam. Ada yang menganggap bahwa hubungan seks terjadi jika ada penetrasi oleh penis pada vagina.

Akan tetapi, ada juga yang percaya bahwa aktivitas seperti masturbasi, fingering (memasukkan jari ke dalam vagina untuk memberikan rangsangan seksual), dan petting (saling menggesekkan alat kelamin) juga termasuk hubungan seksual.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved