Breaking News:

Bolehkah Niat Mandi Junub Menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Daerah?

Berikut ini tata cara mandi junub sesuai tuntunan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits-hadits shahih:

Youtube Yafid TV
Ilustrasi Mandi Wajib 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ketika berhadas besar (junub), apakah boleh niat mandi wajib dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah?

"Niat boleh dalam bahasa Indonesia, boleh juga tidak dilafalkan tetapi ditekadkan di dalam hati," kata Pakar Pusat Studi Al Qur'an, Muhammad Arifin, seperti dilansir Alimagz.com.

Berikut ini tata cara mandi junub sesuai tuntunan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits-hadits shahih:

Niat

Mulailah dengan niat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar.

Niat ini membedakan mandi wajib dengan mandi biasa, sebagaimana ia membedakan ibadah dengan adat/kebiasaan.

Meskipun demikian, niat tidak perlu dilafalkan.

Baca juga: Bolehkah Suami Cuci Pakaian? Berikut Dalil-dalilnya Sesuai Hadis Rasulullah SAW

Bersihkan Kedua Telapak Tangan

Yakni menyiram/membasuh tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya.

Bacaan niat dan tata cara mandi wajib atau junub dan sholat Idul Adha. Sebelum menunaikan sholat Idul Adha, disunnahkan untuk mandi.
Bacaan niat dan tata cara mandi wajib atau junub dan sholat Idul Adha. Sebelum menunaikan sholat Idul Adha, disunnahkan untuk mandi. (SHUTTERSTOCK VIA KOMPAS.COM)

Menyiram/membasuh tangan kanan dengan tangan kiri.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved