Produktivitas Padi di Pinrang Merosot
Hasil rapat memutuskan saluran irigasi yang mengalir ke Duampanua ditutup sementara per Oktober 2021 sampai Maret 2022.
Penulis: Nining Angraeni | Editor: Abdul Azis Alimuddin
“Misalnya, ada bantuan bibit yang cocok ditanami di lahan kering,” ucapnya.
Begitu pula yang dialami petani lainnya yakni Hadda.
Hasil panennya jauh menurun dari sebelumnya.
“Saya hanya dapat satu ember dari 25 are yang saya tanami,” sebutnya.
Hadda menuturkan jika ia tidak lagi menanami lahan persawahannya setelah panen ini.
“Kami berharap ada jalan keluar. Salah satunya ada bantuan bibit. Misalnya tanaman palawija pengganti padi yang cocok,” katanya.
Meski begitu, Hadda berharap jika pun ada bantuan bibit, pemerintah harus betul-betul memperhatikan komoditas yang layak untuk ditanami.
"Mengingat kondisi lahan persawahan kami kan berbeda-beda. Jadi perlu disesuaikan," harapnya.
Terpisah, Kadis Pertanian dan Hoktikultura Kabupaten Pinrang, Andi Tjalo Kerrang mengakui adanya dampak dari pengerjaan proyek irigasi dengan menutup pintu air.
“Yang dikerja itu saluran air induk Pekkabata,” katanya.
Di Kecamatan Duampanua, potensinya ada sekitar 7.200 hektar yang sawah.
Artinya yang terkena dampak nanti jumlahnya di angka tersebut.
Pihaknya mengaku telah mendengar adanya keluhan tersebut serta permintaan dari petani agar ada alternatif ditawarkan.
Saat ini, pihaknya sementara mendata kebutuhan petani yang terdampak.
"Sementara di data oleh penyuluh ke petani apa kebutuhan mereka. Bisa saja nanti jagung dan itu kita minta di Provinsi Sulsel untuk bisa menyiapkan," jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mappalili-di-kelurahan-tonyamang-kecamatan-patampanua-pinrang-rabu-19052021.jpg)