Breaking News:

Produktivitas Padi di Pinrang Merosot

Hasil rapat memutuskan saluran irigasi yang mengalir ke Duampanua ditutup sementara per Oktober 2021 sampai Maret 2022.

TRIBUN-TIMUR.COM/NINING
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, Andi Tjalo Kerrang menghadiri acara Mappalili di Kelurahan Tonyamang, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Rabu (19/05/2021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Dampak pengerjaan irigasi mulai dikeluhkan warga Duampanua, Pinrang.

Saluran irigasi yang mengalir ke wilayah Kecamatan Duampanua ditutup sejak Oktober 2021.

Kendati saluran irigasi ditutup, petani masih tetap menanam dengan mengandalkan tadah hujan.

Namun, poduksi padinya merosot jauh.

Penutupan saluran irigasi diputuskan dalam rapat di Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air atau PSDA Pinrang.

Hasil rapat memutuskan saluran irigasi yang mengalir ke Duampanua ditutup sementara per Oktober 2021 sampai Maret 2022.

Proyek tersebut membuat petani banyak yang memilih untuk tidak menanami lahan pertanian mereka.

Baca juga: Prof Nasaruddin Umar dan Amran Mahmud Bahas Buku Ke-Asadiyahan

Khususnya lahan persawahan karena ketidaktersediaannya air di saluran irigasi.

Diketahui, Januari ini mulai memasuki musim panen bagi para petani.

Salah satu petani di wilayah Pekkabata Suardi mengatakan hasil panen yang didapat jauh dari dibayangkan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved