Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ikhsan Nur Bocah 9 Tahun Asal Pinrang Dijuluki 'Messi Junior', Sudah Koleksi 13 Trofi

Iksan membawanya terbang ke Jakarta untuk berlaga dalam kompetisi nasional yang disponsori oleh Milo.

Tayang:
Penulis: Moh Faizal Lupphy S | Editor: Sudirman

Ringkasan Berita:
  • Muhammad Ikhsan Nur (9), bocah asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, viral di media sosial karena kemampuan bermain bolanya yang luar biasa hingga dijuluki “Messi Junior”. 
  • Siswa SDN 170 Pinrang itu telah mengoleksi sedikitnya 13 gelar juara dari berbagai kompetisi sepak bola usia dini.
  • Prestasi terbaru Ikhsan datang dari ajang di Kabupaten Sidrap, di mana ia sukses meraih Juara 1 sekaligus predikat Pemain Terbaik. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Nama Muhammad Ikhsan Nur (9) kini menjadi buah bibir di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. 

Bocah asal Kelurahan Tadokong, Kecamatan Lembang viral di media sosial berkat kemampuannya mengolah si kulit bundar.

siswa SDN 170 Pinrang dijuluki 'Messi Junior'.

Ia anak kedua dari empat bersaudara. Ayahnya bernama Hasriadi.

Di usianya yang masih sangat muda, ia mengaku telah berhasil mengoleksi sedikitnya 13 gelar juara dari berbagai kompetisi sepak bola yang ia ikuti.

Prestasi terbarunya pun cukup mentereng. Ikhsan berhasil menyabet gelar Juara 1 sekaligus dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dalam kejuaraan di Kabupaten Sidrap.

Tak hanya itu, ia juga meraih predikat serupa di kompetisi usia 10 tahun (U-10) di Alupang, Kabupaten Pinrang.

Baca juga: Kader Pinrang, Sidrap, Takalar, Jepot, Soppeng Harap Musda Golkar Lahirkan Ketua Berprestasi

Puncaknya, bakat Ikhsan membawanya terbang ke Jakarta untuk berlaga dalam kompetisi nasional yang disponsori oleh Milo.

Pelatihnya Sekolah Sepak Bola (SSB) Rudal Pinrang, Firman, mengungkapkan bahwa Ikhsan memiliki tingkat kedisiplinan yang sangat tinggi dibandingkan rekan-rekan sebayanya.

Ia rutin berlatih tiga kali dalam sepekan untuk mengasah teknik dasar dan skill individunya.

Namun, perjuangan Ikhsan dan kawan-kawannya di SSB Rudal bukan tanpa hambatan.

Sarana dan prasarana di tempat mereka berlatih masih sangat minim.

Lapangan yang digunakan masih dalam tahap pembenahan, bahkan para pemain seringkali harus menyisihkan uang sendiri untuk membeli bola dan perlengkapan latihan lainnya.

"Tantangan terbesar kami adalah sarana dan prasarana. Beruntung, semangat anak-anak di sini sangat kuat, bahkan mereka bersedia mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli alat latihan," ujarnya.

Dukungan penuh dari orang tua menjadi bahan bakar utama bagi Ikhsan untuk terus mengejar cita-citanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved