Breaking News:

Keindonesiaan

Potret Buram 2020-2021

Tahun 2021 akan berlalu, tapi pandemi masih eksis memasuki tahun baru 2022 yang penuh harapan baru.

Editor: Sudirman
Potret Buram 2020-2021
Anwar Arifin Andipate

Oleh Anwar Arifin AndiPate

Tahun 2021 akan berlalu, tapi pandemi masih eksis memasuki tahun baru 2022 yang penuh harapan baru.

Selama era Pandemi 2020-2021, Pandemi telah melahirkan potret buram Indonesia, dalam berbagai sektor.

Misalya kualitas demokrasi neolib sejak 2020 menurun, yang menurut “The Economic Inteleligence Unit (EIU)”, hanya skor 6,3 dari skor tertinggi 10, atau nilai terendah sejak 2006.

Indonesia berada pada posisi ke-64 dari 167 negara dalam survei EIU.

Artinya Indonesi masuk dalam rezim ‘demokrasi cacat’ dari empat standar demokrasi yang ditetapkan EIU yaitu: demokrasi penuh, cacat, hibrida, dan otoriter.

Dalam lima tahun terakhir Indeks Demokrasi (neolib) Indonesia cenderung menuru, yaitu: 7,03 (2015); 6,97 (2016); 6,39 (2017), 6,39 (2018) dan 6,48 (2019).

Dampak pandemi covid-19 dalam sektor ekonomi amat kuat dan dalam.

Apalagi menurut sejumlah pakar, sebelum pandemi, perekonomian Indonesia, diera Presiden Joko Widodo, telah menunjukkan tampilan yang buruk, dan kinerja ekonomi nasional 2014-2019 yang rendah.

Hal itu dapat dilihat pada empat indikator, yaitu pertumbuhan yang stagnan, beban APBN akibat utang pemerintah yang semakin membengkak untuk menutup defisit, kurs rupiah yang melemah terhadap dollar AS, serta tingginya angka kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved