Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hari Ibu 2021

Sosok Inspiratif Hari Ibu, Naoemi Octarina Perempuan Tangguh di Balik Sukses Andi Sudirman Sulaiman

Bukan hanya sebagai seorang istri, ibu, tapi juga turut melakukan aksi nyata dalam pembangunan Sulsel yang lebih baik.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Muhammad Fadhly Ali
Pemprov Sulsel
Pelaksana Tugas Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional Tingkat Provinsi Sulsel yang dipusatkan di SLB Negeri Makassar, Jumat (3122021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sosok Naoemi Octarina cukup dikenal masyarakat Sulawesi Selatan, dialah orang dibalik kesuksesan Andi Sudirman Sulaiman memimpin Sulsel.

Bukan hanya sebagai seorang istri, ibu, tapi juga turut melakukan aksi nyata dalam pembangunan Sulsel yang lebih baik.

Baca juga: Kok Bisa? Nelayan Asal Takalar Mandi Pakai Bensin, Alami Luka di Sekujur Tubuhnya

Baca juga: Kok Bisa? 2.000 NIK Warga Bulukumba yang Sudah Divaksin Tidak Terdata, Dinkes: Belum Teraktivasi

Momentum hari ibu yang jatuh pada 22 Desember 2021 menjadi ajang refleksi bagaimana peran perempuan dalam segala lini kehidupan.

Bagi seorang Naoemi Octarina, ibu adalah lambang ketangguhan, mengurusi keluarga, karir, juga bangsa Indonesia.

Karena itu, hari ibu, tidak sekedar ucapan selamat kepada orang tua (ibu) yang melahirkan para anak-anaknya.

Tapi momentum ini bisa dimaknai bagaimana cara menghormati ibu, yang tak kenal lelah mengasuh, mengasihi, merawat, dan mendidik anak-anaknya.

"Selamat Hari Ibu, mari perkuat peranan Ibu untuk peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, karakter dan akhlak bagi anak dan keluarga," ucap Naoemi, Selasa (21/12/2021).

Baca juga: Kok Bisa, Joki Vaksin Covid-19 Abdul Rahim Disebut ODGJ oleh Dinkes Pinrang? Ini Komentar Keluarga

Baca juga: Kok Bisa? Penjual Bakso di Makassar Dijadikan Tersangka Usai Geser Kanopi yang Menempel di Rukonya

Naoemi mengaku akan terus hadir membersamai para ibu dan perempuan.

Itu sejalan dengan program PKK yang tak lepas dari kesejahteraan perempuan, khususnya program yang berkaitan dengan ibu.

Sebagai Plt Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Naoemi memaparkan empat fokus PKK dalam penyelenggaran kegiatan di 2022.

Seperti penurunan angka stunting, mencegah kasus kekerasan terhadap perempuan, mencegah kekerasan terhadap anak, serta ketahanan dan peningkatan ekonomi keluarga.

Diharapkan empat poin tersebut bisa menyentuh langsung ke masyarakat.

"Tujuan kita itu lebih ke anak, perempuan dan keluarga dan bagaimana menjadi bagian dalam mendukung program pemerintah," kata Naoemi.

Untuk penurunan angka stunting pihaknya bekerjasama dengan dokter anak.

Edukasi dan penurunan angka kasus eksploitasi alias human trafficking dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Naoemi menekankan,  PKK juga menjadi garda terdepan terhadap kesadaran vaksinasi, serta penanganan pandemi covid yang masih menjadi perhatian.

“Ini harus menjadi perhatian dari ibu-ibu PKK maka cakupan vaksinasi lebih cepat mencapai target. Apalagi ada arahan dari Mendagri agar anggaran APBD dipertunjukkan untuk program PKK,” katanya.

Termasuk dalam ketahanan ekonomi, ialah mengakomodasi kepentingan UMKM.

Ia menilai, banyak pelaku usaha kecil di tengah-tengah masyarakat yang belum tersentuh pembiayaan.

“Jadi saya lihat sosialisasi terhadap bantuan pemerintah terhadap UMKM belum terinformasikan dengan baik,” lanjutnya.

Sementara itu, dengan maraknya bencana alam, semisal banjir maka PKK harus menjadi pelopor sekaligus memprogramkan peduli lingkungan.(Tribun-Timur.com)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved