Breaking News:

Tribun Luwu Utara

Pemkab Luwu Utara Larang Warga Gelar Pesta Pergantian Tahun Baru 2022

Bukan tanpa alasan, instruksi tersebut dikeluarkan untuk menghindari potensi ganguan yang mungkin saja terjadi jelang Natal dan Tahun Baru 2022.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Saldy Irawan
Ist
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Luwu Utara dipimpin Bupati, Indah Putri Indriani, di Ruang Command Center, Masamba, Selasa (21/12/2021).

Pada rapat tersebut diputuskan beberapa hal.

Diantaranya instruksi tidak mengadakan pesta pergantian tahun.

"Ini adalah instruksi bersama Forkopimda, yakni larangan melakukan konvoi atau arak-arakan pada malam pergantian tahun, juga penertiban penjualan miras dan petasan," katanya.

"Sebaliknya, malam pergantian tahun akan diisi dengan doa bersama di masjid wilayah masing-masing," sambung Indah.

Bukan tanpa alasan, instruksi tersebut dikeluarkan untuk menghindari potensi ganguan yang mungkin saja terjadi jelang Natal dan Tahun Baru 2022.

"Banyak sekali potensi yang kita antisipasi diantaranya konflik antar kelompok, balap liar, peredaran miras dan narkoba, petasan dan kembang api, kemungkinan ancaman bom oleh kelompok tertentu dan penyebaran Covid-19," katanya.

"Untuk itu saya juga sudah menginstruksikan pak sekda menyurat ke desa agar aktif melakukan patroli di wilayah masing-masing," pinta Indah.

Terkait tempat keramaian, Forkopimda juga menginstruksikan agar aktivitas dibatasi hingga pukul 21.00 Wita.

"Setelah itu kita akan patroli gabungan. Kita berharap pergantian tahun 2022 mendatang berjalan lancar tanpa menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan," harap Indah.

Sementara itu Kabag Ops Polres Luwu Utara, Anhar, menyebut pihaknya menyediakan tiga pos pengamanan.

Diantaranya di Kecamatan Masamba tepatnya di Tugu Masamba Affair, Lapangan Salassa, Kecamatan Baebunta, dan di Jembatan Kopi-kopi, Kecamatan Bone-bone.

"Gelar personel juga kami laksanakan di seluruh wilayah utamanya daerah yang rawan konflik untuk mengantisipasi gangguan kantimbas," tegas Anhar.

Hadir pada rakor tersebut Sekda, Ketua DPRD, Kajari, Dandim 1403 Sawerigading, Kabag Ops Polres Luwu Utara, Danyon D Baebunta, Kaban Kesbangpol.

Kadis Kominfo, Kadishub, Kepala DP2KUKM, Kepala Dinas Kesehatan, Asisten III Setdakab, Sekretaris Dinas Kesehatan, dan Kabag Perda Satpol PP.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved