Opini Tribun Timur
BMKG Tingkatkan Sarana Mitigasi Risiko Gempa Bumi dan Tsunami di Sulsel
Badan Meteorologi Klimatologi dan Gofisika (BMKG) sebagai institusi negara memiliki tugas dan fungsi dalam mengamati-menganalisis-menginformasikan
Muh Imran Tahir, S.Si
PMG Ahli BBMKG Wilayah IV Makassar
Badan Meteorologi Klimatologi dan Gofisika (BMKG) sebagai institusi negara memiliki tugas dan fungsi dalam mengamati-menganalisis-menginformasikan fenomena cuaca dan kegempaan untuk kepentingan masyarakat.
Terkait kegempaan di wilayah Sulawesi Selatan, Pusat Gempa Regional IV (PGR IV) Makassar adalah salah satu unit teknis Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar di daerah yang menjadi sumber resmi mewakili BMKG Pusat menjelaskan detil informasi besaran kekuatan, waktu kejadian, dan posisi pusat gempa bumi, serta efek-efek yang ditimbulkan.
Beberapa program prioritas BMKG pada tahun 2020 – 2021 yang berorientasi meningkatkan sarana mitigasi risiko gempa bumi dan tsunami.
Pada wilayah Sulawesi Selatan telah terpasang beberapa perangkat sensor observasi gempa dan perangkat diseminasi, telah terlaksana sekolah lapang gempa bumi, kemudian juga telah dilakukan survey penentuan
tempat evakuasi gempa dan tsunami baik sementara maupun permanen.
Program prioritas tahun 2020 – 2021 BMKG yang telah terealisasi untuk peningkatan sarana mitigasi risiko
gempa-tsunami di provinsi Sulawesi Selatan antara lain 15 stasiun gempa untuk penguatan jaringan observasi gempa bumi.
WRS DVB 7 unit dan WRS N Gen 9 Unit yang terpasang dan operasional di UPT BMKG maupun institusi lain untuk penguatan publikasi info-info gempa bumi dan tsunami.
Sekolah Lapang Geofisika (SLG) diselenggarakan di Bulukumba tahun 2020 dan di Masamba tahun 2021 untuk edukasi kepada masyarakat agar memahami tentang mitigasi gempa bumi dan tsunami.
Kemudian tahun 2021, program survey penentuan tempat evakuasi dari bahaya tsunami di Kabupaten Bulukumba di kecamatan Bulukumba dan Bontobahari; Kabupaten Bantaeng di Kecamatan Bantaeng dan Bisappu; dan terakhir di Kabupaten Jeneponto di Kecamatan Binamu, Bangkala, dan Arungkeke.
Program-program prioritas BMKG ini tentunya dapat menjadi modal melakukan mitigasi yang lebih efektif dalam mencegah atau mengurangi risiko dari suatu gempa besar yang potensi menimbulkan tsunami dahsyat dan berujung pada kerugian harta benda dan korban jiwa.
Sasaran BMKG mewujudkan program prioritas mitigasi ini tidak lain adalah untuk meningkatkan sarana mitigasi risiko gempa dan tsunami yaitu fokus pada peningkatan kualitas data parameter gempa bumi, kuantitas-kualitas media publikasi seperti WRS (Warning Receiver System), penentuan posisi strategis tempat evakuasi di wilayah-wilayah rawan tsunami.
Kemudian program sosialisasi edukatif mitigasi risiko gempa bumi kepada masyarakat agar dapat lebih memahami bagaimana tindakan efektif yang harus dilakukan untuk memperoleh keselamatan dari ancaman bencana gempa-tsunami baik secara individual maupun berkelompok.
Dalam mewujudkan tujuan program peningkatan sarana mitigasi tentunya ada keterbatasan non-teknis pada BMKG yang terkadang dapat menjadi kendala dalam kesinambungan operasional perangkat yang sifatnya telemetri.
Oleh karena itu BMKG memerlukan kolaborasi yang kuat dengan pihak lain untuk mereduksi kendala yang sering muncul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/muh-imran-tahir-ssi-pmg-ahli-bbmkg-wilayah-iv-makassar.jpg)