Tribun Maros
Siswa Le Cendekia Gowa Gelar Program Eduperience, Mengabdi Empat Hari di Desa Terpencil Maros
Sudah dua tahun program Sekolah Alam Le Cendekia Gowa harus tertunda. Hal ini desebabkan karena pandemi Covid-19 mulai melanda negeri ini.
Penulis: Muh. Abdiwan | Editor: Sudirman
Hingga kini, dari total 55 Reaktor biogas yang tersebar di 55 rumah warga, tersisa sekitar 30% saja yang aktif memakai biogas tersebut untuk keperluan memasak sehari-hari.
Hal itu dikarenakan mulai berkurangnya kuantitas kotoran sapi dibeberapa rumah warga yang sudah tidak memelihara sapi seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pada akhir masa mengabdi tepatnya hari ke-4, panitia membuka kesempatan berdonasi di Masjid Babul Khaer, Dusun Balocci.
“Masjid tersebut dalam proses renovasi, namun sedikit terhambat penyelesaian salah satunya karena biaya pembangunan,” ujar Ahmad imam dusun setempat.
Meski donasi yang terkumpul tidak banyak, namun edukasi yang ingin sekolah Le Cendekia tumbuhkan lebih ke kepedulian terhadap lingkungan, sesama, juga bagian dari ibadah melalui pintu sedekah.
Sebagai bekal dan amal jariyah peserta didik, pendidik, tim, yayasan dan keluarga besar Le Cendekia.
Sebelum pulang ke asrama Le Cendekia, Pakkatto Gowa, setiap kelompok peserta berpamitan kepada orangtua asuh mereka sekaligus memberikan kenang-kenangan untuknya.
“Semoga Eduperience Vol.4 Tahun 2022 mendatang Sekolah Alam Le Cendekia Gowa mampu menghadirkannya kembali di Desa lainnya yang tak kalah menariknya untuk peserta didik jelajahi. Amin,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/para-siswa-sekolah-alam-le-cendekia-gowa-mengikuti-program-eduperience-vol3.jpg)