Klakson
Hargai Alam
Kemarau dan hujan silih berganti sesuai jadwalnya. Sawah dan ladang tak pernah menganggur menampung tanaman warga.
Editor:
Sudirman
Dengan itulah, barangkali kita perlu lebih serius menghargai alam. Jangan disemena-menakan untuk keperluan proyek dan argumen pembangunan.
Penghargaan pada alam perlu diintensifkan dibangun lagi, ditularkan pada generasi mendatang.
Sebab puluhan tahun lamanya, tradisi penghargaan pada alam telah terbabat ditelan masa dimana kekuasaan diatas segalanya.
Penghargaan pada alam dari generasi ke generasi terputus oleh aneka kepentingan ekonomi politik kalangan atas.
Hujan memang tak kuasa ditolak, tetapi banjir ataupun genangan dapat diminimalisir sebenarnya. "Hargailah alam agar engkau berharga", kata tetua kampung dahulu.(*)
Tulisan ini juga diterbitkan pada harian Tribun Timur edisi, Rabu (08/12/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/khutbah.jpg)