Breaking News:

Klakson

Hargai Alam

Kemarau dan hujan silih berganti sesuai jadwalnya. Sawah dan ladang tak pernah menganggur menampung tanaman warga.

Editor: Sudirman
Hargai Alam
Tribun Timur
Abdul Karim, Majelis Demokrasi & Humaniora Sulsel.

Oleh: Abdul Karim

Majelis Demokrasi dan Humaniora

Kampung kami tergolong subur. Apa saja ditanam niscaya tumbuh tak membuat kecewa.

Kemarau dan hujan silih berganti sesuai jadwalnya. Sawah dan ladang tak pernah menganggur menampung tanaman warga.

Tikus-tikus hama hidup berdampingan dengan belut ditengah sawah dengan padi-padi yang menguning.

Ketika hari panen tiba, seorang tetua kampung diundang ke sawah untuk memulai panen raya.

Disudut sawah saat pagi buta, sang tetua membakar dupa dan sabuk kelapa kering seraya memanjatkan doa-doa.

Panen dimulai saat sang tetua beranjak pergi. Panen tak sah, tanpa proses seperti itu.

Begitulah cara orang dikampung kami menghargai rezeki dari Tuhan berupa padi, sawah, dan hujan yang menyuburkan padinya.

Adab dan doa diseiringkan bersama. Itu sekaligus menunjukkan betapa mereka menghargai alam raya nan kaya ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved