Breaking News:

UMK Makassar 2022 Hanya Naik Rp39.559, Serikat Buruh: Tidak Cukup untuk Hidup Layak

Kenaikan UMK ini pun ditolak serikat buruh dan pekerja lantaran dinilai tidak cukup untuk hidup yang layak

Editor: Alfian
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Pekerja sebuah perusahaan yang tetap beroperasi di masa PPKM Darurat. Perusahaan itu akhirnya didenda. Kini ada wacana pemberlakuan kerja 15 hari saat PPKM Darurat. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - UMK Makassar hanya naik sebesar Rp39.559 tahun 2021 ini.

Kenaikan UMK ini pun ditolak serikat buruh dan pekerja lantaran dinilai tidak cukup untuk hidup yang layak.

Sebelumnya, perumusan Upah Minimum Kota (UMK) Makassar diwarnai perdebatan alot.

Tidak ada titik temu dalam forum Dewan Pengupahan Makassar.

Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Asosiasi Perusahaan Indonesia (Apindo) Makassar mengusulkan kenaikan UMK 1,2 persen mengikuti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 terkait pengupahan.

Kenaikannya Rp39.559 dari UMK Makassar 2021 Rp3.255.423, totalnya Rp 3.294.423.

Sementara dari pihak buruh atau pekerja menginginkan kenaikan mencapai delapan persen.

Anggota Dewan Pengupahan Unsur Pekerja, Mulyadi Arief, mengatakan, dalam rapat tersebut Disnaker yang mewakili pemerintah ngotot memaksakan kenaikan UMK 1,2 persen tanpa mengakomodir usulan pihak pekerja.

"Kenaikan hanya diangka 1,2 persen sementara kami dari tadi mengusulkan delapan persen dengan berbagai pertimbangan, tapi itu tidak diakomodir," ucap Mulyadi Arief, Selasa (23/11/2021).

Anggota DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ini menilai, rapat tersebut hanya disepakati oleh dua pihak. Karena itu, ia menganggap rapat pembahasan UMK ini diagendakan kembali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved