Liputan Investigasi
Menguak Harga Makan Minum Wisata Covid-19 Makassar
Program ini berlangsung selama 365 hari, dengan total pasien 14.031 orang. Rata-rata pasien menjalani isolasi dengan interval waktu 10-14 hari.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Imam Wahyudi
Gubernur nonaktif, Nurdin Abdullah, saat masih menjabat secara langsung mengakui keterlibatan istrinya untuk urusan perut pasien.
Dia mengungkapkan, makanan bergizi seimbang pasien Covid-19 difasilitasi langsung Ketua Tim PKK Sulsel, Liestiaty F. Nurdin dengan memesan katering khusus.
“Mereka yang ODP dan OTG kita masukkan ke hotel. Makanya kita kasih yang bergizi dan seimbang. Ketua PKK Sulsel juga siapkan katering dan program “’Isi Piringku’,” ungkapnya, (5/5/2021).
Penentuan pengadaan di masa darurat seharusnya mengacu pada UU No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, dan PP 21/2008 Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, serta Perpres 17 tahun 2018.
Pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan barang dan jasa, khususnya makan dan minum pasien corona di hotel adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Termasuk penunjukan langsung siapa pantas untuk jadi penyedia barang dan jasa. PPK yang ditunjuk dalam hal ini adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel.
Kepada BPBD Sulsel, Nima Lahamang, mengklaim pengadaan sudah sesuai prosedur. Menurutnya, ia mengambil pengusaha katering yang tergabung dalam deretan APJI Sulsel.
Pihaknya, menetapkan Standar Biaya Umum (SBU) senilai Rp30 ribu makanan berat dan Rp15 ribu untuk kue. Dengan catatan, menu yang disajikan harus sesuai dengan takaran gizi yang diminta.
Jasa katering ternyata tidak hanya digunakan di Makassar. Beberapa daerah dengan catatan angka terjangkit virus corona yang meroket.
Tercatat, 15 hotel menjalin kerja sama adalah Swissbel, Almadera, Remcy, Grand Imawan, Harper, Grand Celino, Grand Imawan, Kenari Tower, Lynt, Yasmin, Gunung Mas, Agraha, Kamanre (Palopo), Pantai Marina (Bantaeng), Hikma Citra (Wajo).
“Sesuai dengan jumlah hotel, satu hotel dilayani satu katering,” ujar Nimal.
Program ini berlangsung selama 365 hari, dengan total pasien 14.031 orang. Rata-rata pasien menjalani isolasi dengan interval waktu 10-14 hari.
Para peserta nantinya akan diberikan asupan dua kali sehari. Dengan menu paket siang dan makan malam.
Data per 31 Oktober 2020, realisasi kegiatan di BPBD sebesar Rp90.979.281.445,00. Penerapan anggaran tersebut antara lain untuk belanja akomodasi Program Wisata Duta Covid-19.
Peruntukannya diberikan untuk makan dan minum pasien dan petugas kesehatan, biaya transportasi, perjalanan dinas, honor, serta belanja habis pakai (disinfektan).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tim-gugus-tugas-gt-covid-19-pemkab-enrekang-menjemput-dua-tenaga-kesehatan.jpg)