Breaking News:

Liputan Investigasi

Menguak Harga Makan Minum Wisata Covid-19 Makassar

Program ini berlangsung selama 365 hari, dengan total pasien 14.031 orang. Rata-rata pasien menjalani isolasi dengan interval waktu 10-14 hari.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Imam Wahyudi
Tim Gugus Tugas (GT) Covid-19 Pemkab Enrekang
Tim Gugus Tugas (GT) Covid-19 Pemkab Enrekang menjemput dua tenaga kesehatan yang sembuh dari Covid-19 di Hotel Almadera Makassar sejak Sabtu (6/6/2020).. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Di tengah pagebluk corona virus disease (Covid-19) yang mematikan, Pemerintah Sulawesi Selatan mengambil langkah strategis dengan membentuk tim pengendali Program Duta Wisata Covid-19 dan Program Penginapan Tenaga Kesehatan Covid-19.

Sikap ini dibarengi dengan refocusing dan realokasi APBD agar peraturan ini bisa berjalan.

Dalam prosesnya, pemerintah pun melakukan belanja berupa pengadaan jasa akomodasi dan jasa makan minum.

Hal ini diperuntukkan untuk menunjang kebutuhan nutrisi pasien dan tenaga kesehatan.

Nama Liestiaty F. Nurdin, istri mantan Gubernur Nurdin Abdullah, disebut-sebut menjadi figur di balik penyedia katering selama program Hotel Wisata Covid-19.

Program ini berjalan saat Nurdin masih menjabat Gubernur Sulawesi Selatan. Ia ditangkap KPK pada 27 Feburari 2021.

Dari 15 deretan nama penyedia jasa boga yang digandeng, semuanya diduga memiliki hubungan kedekatan dengan Liestiaty.

NS Katering misalnya, vendor katering ini adalah keponakan Nurdin Abdullah. Beberapa vendor lainnya juga tak kalah dekat.

Beberapa dari mereka, juga memegang jabatan penting organisasi di Sulsel.

Di masa itu, Liestaty menjabat Ketua PKK Provinsi Sulawesi Selatan. Antara lain Toko Kue BK, M Katering, S Katering serta N Katering.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved