Breaking News:

Tribun Luwu

17 Kasus Kekerasan Anak Perempuan Terjadi di Luwu Selama Delapan Bulan

Kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, meningkat.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Sudirman
Ilustrasi
Ilustrasi kekerasan fisik 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, meningkat.

Pemicu utama tingginya kekerasan seksual yang dialami anak akibat penggunaan media sosial.

Pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) Luwu, Nursyamsi, membenarkan terjadinya lonjakan kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur

"Kasus kekerasan seksual pada anak perempuan yang beranjak remaja meningkat," kata Nursyamsi, Rabu (24/11/2021).

Ia menjelaskan, terdapat 17 kasus kekerasan pada periode Maret-November 2021.

"Dari Maret sampai November ini, sudah ada 17 kasus kekerasan seksual pada anak perempuan," katanya.

Pemicu utama terjadinya kasus ini, kata dia adalah media sosial.

Dimana anak-anak menggunakan media sosial tanpa pengawasan orang tua.

Di media sosial, anak perempuan berkenalan dengan lelaki.

"Mereka menjadi korban setelah berkenalan dengan pelaku di sosial media, diajak pacaran lalu berkencan dan digagahi," tuturnya.

Olehnya itu, ia berharap orang tua bisa mengontrol anak-anaknya.

Terutama saat berinteraksi di sosial media.

"Jadi rata-rata korban kekerasan seksual adalah mereka yang aktif menggunakan sosial media," tuturnya.

Pernikahan usia dini juga mengalami peningkatan di Luwu.

"Tahun lalu, ada 100 pasangan yang meminta rekomendasi ke kami untuk menikah, padahal usianya masih 16 sampai 17 tahun," tutupnya.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved