Breaking News:

Sidang Nurdin Abdullah

Jaksa KPK: Materi Pledoi Nurdin Abdullah Tak Konsisten

Jaksa penuntut umum (JPU) KPK menilai pledoi terdakwa dugaan korupsi perizinan proyek infrastruktur Gubernur Sulsel (Nonaktif Nurdin) tidak konsisten.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUSLIMIN EMBA
JPU KPK Rhiki Benindo Maghaz ditemui seusai sidang pledoi terdakwa Nurdin Abdullah di Pengadilan Negeri Makassar, Jl RA Kartini, Selasa (23112021) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai pledoi atau pembelaan terdakwa dugaan korupsi perizinan proyek infrastruktur Gubernur Sulsel (Nonaktif Nurdin) Abdullah, tidak konsisten.

Hal itu disampaikan satu dari dua JPU KPK, Rhiki Benindo Maghaz sesuai mendengar materi pledoi di Pengadilan Negeri Makassar, Jl RA Kartini, Selasa (23/11/2021) sore.

"Agak tidak konsisten juga pembelaannya, mereka (pendamping hukum) menilai perbuatan terdakwa tidak terpenuhi, tapi di sisi lain tadi minta keringanan," kata Rhiki Benindo Maghaz.

Selain itu, Rhiki juga mengaku kecewa dengan materi pembelaan yang dibacakan penasihat hukum Nurdin Abdullah.

Hal itu, lantaran tim penasihat hukum Nurdin Abdullah dianggap hanya mengutip sebagian fakta persidangan.

"Kami juga kecewa dengan penasihat hukum yang hanya mengutip sebagain fakta yang dianggap menguntungkan bagi terdakwanya tidak mengikuti secara utuh," ujar Rhiki.

"Apabila mengutip secara utuh, tentu analisanya akan berbeda dan kami tetap menilai terdakwa itu tetap memenuhi unsur penerimaan suap dan gratifikasi," sambungnya.

Dalam persidangan pledoi itu, penasihat hukum Nurdin Abdullah meminta segala tuntutan terhadap kliennya dibatalkan.

Pembacaan pledoi Nurdin Abdullah dilangsungkan setelah pledoi terdakwa mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel, Edy Rahmat, selesai pada pukul 12.00 Wita.

Namun, sempat dipending oleh Majelis Hakim yang diketuai Hakim Ibrahim Palino dengan anggota Yusuf Karim dan Arief Agus Nindito.

Sidang berlanjut pada pukul 13.30 Wita dengan agenda pembacaan pledoi Nurdin Abdullah.

Sejumlah ibu-ibu diduga pendukung Nurdin Abdullah, yang turut hadir dalam sidang itu, tampak terisak.

Beberapa dari mereka bahkan meneteskan air mata saat sidang pembelaan Nurdin Abdullah mulai dibacakan.

Materi pledoi Nurdin Abdullah dibacakan tim pendamping hukumnya, Arman Hanis, Irwan Irawan dan empat lainnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved