Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Tribun Timur

Genre Komunikasi

Genre komunikasi terus mengubah semua yang dilaluinya dari masa ke masa.

Editor: AS Kambie
dok.tribun
Herman Lilo, Alumnus Fisipol Unhas 

Oleh: Herman Lilo
Alummus Ilmu Komunikasi Fisipol Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Teringat pada tahun 90-an, ketika mulai berkembang bisnis Multi Level Marketing (MLM) yang dilakoni oleh mahasiswa.

Setiap jedah kuliah, ada-ada saja kawan yang menawari untuk bergabung mengembangkan kaki-kakinya.

Bisa dibayangkan kalau saat itu perkembangan internet seperti sekarang ini, kemungkinan lebih banyak lagi yang masuk dalam jaringan bisnis tersebut.

Sebenarnya, di Inggris dan Prancis mulai melakukan bisnis online pada tahun 1980 untuk memasarkan Peugeut, Nissan, dan General Motor.

Demikian pula konsep awal mata uang kripto muncul pada tahun 1980-an yang digagas oleh David Chaum.

Namun saat itu cryptocurrency tidak bergerak cepat karena teknologi jaringan masih terbatas.

Picture ke Videografer

Hari ini, kegiatan promosi atau iklan lebih banyak dilakukan di media virtual.

Di antara yang banyak itu, media sosial menjadi placement terbanyak termasuk di marketplace.

Tidak terkecuali dengan teknik pecintraan pada intangible product seperti kandidat, baik legislatif maupun eksekutif.

Cara-cara packaging atau politik kemasan, meski banyak dicela tetapi juga kerap kali menunjukkan tajinya.

Apalagi pada pemilihan terbuka yang melibatkan voter secara langsung atau system one man one vote.

Hanya saja, si figur harus pula lebih paham apa yang mesti dilakukan, karena format pencitraan yang salah justru akan menjadikan Anda terpuruk diakhir.

Misalnya di Negara Jerman pada tahun 1998, seorang politisi sekaliber Helmut Kohl, harus terjungkal metode pencitraannya dengan teknik political picture yang tidak tepat, dikalahkan oleh pencitraan yang dibangun Gerhard Schroeder yang lebih smooth.

Pada awal pilpres langsung yang pertama di Indonesia, political picture masih gencar yang akhirnya dimenangkan oleh SBY-JK, juga menampilkan hal sama yang digunakan oleh Gerhard Schroeder di Jerman.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved