Dinsos Barru
4 Pendamping BPNT di Barru Tersangka, AB: Pendamping Hanya Suruhan Oknum di Dinsos Barru
Keempatnya diduga menyalahgunakan dana BPNT dengan cara mencairkan dana penerima manfaat ganda dan meninggal.
Pasalnya, puluhan telur busuk disalurkan ke masyarakat dari penyaluran BPNT.
Warga yang mendapat telur busuk adalah warga Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Jeneponto.
Penyaluran telur berlangsung sehari sebelum diketahui Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kalau telurnya busuk.

Kepala Desa Ujung Bulu Mansyur mewakili warganya menyampaikan apa yang menjadi keluhannya.
“Barang apapun namanya pasti sudah ditau sebelumnya kwalitasnya bagaimana lain halnya kalau pecah berarti tidak busuk,” ujarnya, Kamis (18/11/2021).
Menurutnya, hal seperti ini sudah terjadi berulang kali, tapi KPM baru mengadukan.
“Itu sudah kesikian kalinya cuma masyarakat baru melapor,” katanya.
Warga Ujung Bulu tidak mau menerima dengan alasan apapun.
Karena penyalur atau pendamping pasti sudah bisa menebak kwalitas telur yang baik dan busuk.
“Mau telur, beras ataupun ikan tidak ada alasan bahwa memang begitu dari sana yang jelas sampai disini sudah busuk,” kata Mansyur.

Terkait telur busuk pihak yang terkaitlah yang bisa memilih. Mana yang pendamping dia mau salurkan ke KPM.
“Kami siap menerima,” katanya.
Maka dari itu, pihak dinas sosial harus turun kelapangan untuk mengontrol barang barang yang disuplai.
Terutama telur busuk. Sementara pendamping BPNT Kecamatan Rumbia, Kr Alusu mengaku baru menyalurkan BPNT di Desa Ujung Bulu.
“Kemarin, minta maaf sebesar-besarnya,” katanya.

Alusu berjanji menggantikan seluruh telur busuk diterima KPM.
“Mau digantikan itu. Insya Allah besok di gantikan semuanya telurnya,” katanya.
Ia juga mengaku tidak mengatahui kwalitas telur yang busuk sudah dibagikan.
“Selalu saya sampaikan setiap penyaluran dan semua warung sudah saya sampaikan untuk periksa barangnya sebelum penyaluran,” katanya.(*)