Tribun Luwu Timur
Langka, Foto Anggota DPRD Luwu Timur Antre BBM di SPBU Ussu
Kelangkaan BBM disebabkan Jembatan Miring (Jemmir) di Poros Trans Sulawesi di Kota Palopo Sulawesi Selatan, ditutup.
Penulis: Ivan Ismar | Editor: Suryana Anas
TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kelangkaan disebabkan Jembatan Miring (Jemmir) di Poros Trans Sulawesi di Kota Palopo Sulawesi Selatan, ditutup.
Pasokan BBM yang dibawa mobil tangki Pertamina ke Luwu Timur terhambat karena terjebak macet di jalur alternatif.
Jemmir lokasinya di Kelurahan Jaya, Kecamatan Telluwanua itu, ditutup akibat retak di beberapa bagian, tiang penahan jembatan rawan ambruk.
Kondisi ini disebabkan hantaman air sungai dengan volume besar pada Sabtu (30/10/21) malam.
Dampak dari kelangkaan ini, warga yang ingin membeli BBM pun sulit baik di pengecer dan SPBU.
Bila pasokan BBM masuk ke SPBU, warga harus rela mengantre berjam-jam untuk membeli BBM jenis pertalite, pertamax dan solar.
Anggota DPRD Luwu Timur, Alpian pun juga ikut mengantri BBM berjam-jam di SPBU Ussu, Kecamatan Malili, Selasa (9/11/2021).
"Saya antre dari pukul 08.30 Wita," kata Alpian kepada TribunLutim.com via WhatsApp.
Menurut Alpian, antrean kendaraan luar biasa panjang baik kendaraan roda empat dan roda dua.
Antrean kendraan mengular hingga ratusan meter dari SPBU. Sesekali, Alpian duduk di bagasi belakang mobilnya sambil main handphone untuk mengusir kebosanan.
Bukan hanya SPBU Ussu, SPBU di kecamatan lain juga mengalami hal yang sama.
Sebagai informasi, sebagai tindak lanjut retaknya Jemmir dan terancam ambruk, kini tengah ditangani pihak BBJN Wilayah Sulsel.
Adapun arus lalulintas utamanya roda empat, dialihkan lewat dua jalur alternatif.
Kasat Lantas Polres Palopo AKP melalui keterangan tertulis, menginformasikan dua jalur alternatif.
"Kendaraan yang dari arah selatan (Palopo) menuju utara (Masamba) dialihkan lewat jalur Padang Alipan - Tombang-Karetan (Luwu)," katanya.
Sedangkan dari arah (Masamba) menuju Selatan, dialihkan lewat jalur Rante Damai-Capkar- Salutete tembus Puskesmas Maroangin.
Namun kondisi jalan yang sempit, membuat kendaraan besar harus berjuang ekstra dan memakan waktu lebih lama. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/anggota-dprd-luwu-timur-alpian-saat-mengantre-bbm.jpg)