Tribun Ekonomi
Bicara Bisnis Bareng Milenial, Andi Amran Sulaiman Tekankan Ubah Pola Pikir
Founder Tiran Group itu berpesan, kaum milenial harus merubah pola pikir dan harus membentuk karakter.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
Investasi Tiran Grup hingga saat ini telah merambah mega proyek dan bisnis di antaranya; proyek smelter, tambang nikel, batu bara, pabrik dan distributor gula, perkebunan tebu, mente, kakao dan kelapa sawit, serta distributor unilever, distributor frozen food, distributor semen, spbu serta angkutan darat dan laut.
Holding tersebut dibangun dari minus (pinjaman) Rp500 ribu diawali dengan Ide bisnis racun tikus pada tahun 1992 saat serangan hama tikus muncul di Indonesia, akhirnya AAS menemukan formula yang spektakuler.
Dibutuhkan waktu tiga tahun guna memformulasi produk secara sempurna dan memperoleh hak paten.
Formula racun itu dinamakan Tiran singkatan dari “Tikus Diracun Amran”, yang dikenal populer pada masyarakat petani dan diminati hingga keluar negeri.
Aktivitas tersebut dimulai dari “gubuk reyot” berukuran 2×3 meter di kaki gunung bakunge kabupaten Bone yang saat ini sudah berubah berubah menjadi gedung mentereng 12 lantai (AAS Building) di Jl Urip Sumoharjo, Makassar membawahi kantor cabang dengan 38 unit usaha.
Modal kepercayaan dan kerja keras adalah landasan filosofi perusahaan ini berdiri, sejak awal Tiran Grup sudah konsentrasi pada pengembangan bisnis dan proyek dengan pola sedekah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mantan-menteri-pertanian-andi-amran-sulaiman-aas-di-depan-milenial-pada-bussines-coaching.jpg)