Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Ekonomi

Bicara Bisnis Bareng Milenial, Andi Amran Sulaiman Tekankan Ubah Pola Pikir

Founder Tiran Group itu berpesan, kaum milenial harus merubah pola pikir dan harus membentuk karakter.

Tayang:
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD FADHLY ALI
Mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (AAS) di depan milenial pada Bussines Coaching di AAS Building Jl Urip Sumoharjo Makassar, Sabtu (3012021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ubah mind set, tiga kata itu jadi kesimpulan Mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (AAS) di depan milenial pada Bussines Coaching di AAS Building Jl Urip Sumoharjo Makassar, Sabtu (30/1/2021).

Founder Tiran Group itu berpesan, kaum milenial harus merubah pola pikir dan harus membentuk karakter.

"Kita sharing soal bisnis, yang terpenting, bagaimana merubah mind set, merubah pola pikir," kata AAS sapaannya siang tadi.

Tekanan yang dimaksud di sini, lanjut AAS, Terkadang orang mau berbisnis, tapi tak ada modal.

"Kami (Tiran Group) minus Rp500 ribu, kadang takut, kadang cemas. Saya katakan tadi, menangkan pertarungan dalam dirinya dulu," ujarnya.

"Hilangkan kecemasannya, hilangkan keraguannya, hilangkan ketakutannya. Nah itu yang penting, modal belakangan bisa dicari," jelas AAS.

Ia juga menjelaskan betapa berharganya waktu yang diberikan Sang Pencipta.

"Gunakan waktu 20 jam, minimal 18 jam untuk belajar, bekerja dan seterusnya, setelah itu harus yakin," katanya.

Yakin itu, lanjut AAS, setidaknya ada tiga tingkatan yaitu, Ilmul Yaqin, Ainul Yaqin, dan Haqqul Yaqin.

"Ilmul Yaqin artinya keyakinan yang didasarkan pada ilmu, dia keyakinannya untuk sukses itu masih tahap rendah," katanya.

"Ainul Yaqin artinya melihat, contoh gedung ini (AAS Building, anda lihat meningkat menjadi Ainul Yaqin. Yang tertinggi adalah Haqqul Yaqin, aku tidak pernah lihat Tuhan tapi aku yakin Tuhan itu ada," jelasnya.

Lebih lanjut, Amran mengatakan, jika ingin sukses, tempatkan posisi Haqqul Yaqin, setelah itu harus mengambil tindakan.

"Setelah tindakannya bagus, sudah berubah pola pikir tadi, sudah yakin kemudian masuk persisten, diulangi kebaikan itu, Insya Allah ini menjadi habit dan menjadi sukses," katanya.

Seperti diketahui, Tiran Grup awalnya dirintis Andi Amran Sulaiman, pemuda desa yang bermimpi untuk cita-cita besar kejayaan investasi dan Indonesia mandiri.

Belasan tahun sudah Tiran Grup merambah dunia usaha dan bisnis yang akhirnya bisa mempekerjakan ribuan karyawan.

Investasi Tiran Grup hingga saat ini telah merambah mega proyek dan bisnis di antaranya; proyek smelter, tambang nikel, batu bara, pabrik dan distributor gula, perkebunan tebu, mente, kakao dan kelapa sawit, serta distributor unilever, distributor frozen food, distributor semen, spbu serta angkutan darat dan laut.

Holding tersebut dibangun dari minus (pinjaman) Rp500 ribu diawali dengan Ide bisnis racun tikus pada tahun 1992 saat serangan hama tikus muncul di Indonesia, akhirnya AAS menemukan formula yang spektakuler.

Dibutuhkan waktu tiga tahun guna memformulasi produk secara sempurna dan memperoleh hak paten.

Formula racun itu dinamakan Tiran singkatan dari “Tikus Diracun Amran”, yang dikenal populer pada masyarakat petani dan diminati hingga keluar negeri.

Aktivitas tersebut dimulai dari “gubuk reyot” berukuran 2×3 meter di kaki gunung bakunge kabupaten Bone yang saat ini sudah berubah berubah menjadi gedung mentereng 12 lantai (AAS Building) di Jl Urip Sumoharjo, Makassar membawahi kantor cabang dengan 38 unit usaha.

Modal kepercayaan dan kerja keras adalah landasan filosofi perusahaan ini berdiri, sejak awal Tiran Grup sudah konsentrasi pada pengembangan bisnis dan proyek dengan pola sedekah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved