Breaking News:

Kasus Suap Nurdin Abdullah

Nurdin Abdullah Arahkan Ardin Tjatjo Menangkan Rudy Moha di Proyek Talas Jepang

Nurdin Abdullah awalnya meminta almarhum saksi agar mengembangkan bibit talas satoimo atau talas Jepang.

TRIBUN-TIMUR.COM/FADHLY
Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) almarhum Andi Ardin Tjatjo saat diperiksa Penyidik KPK di Mapolda Sulsel pertengahan tahun ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) almarhum Andi Ardin Tjatjo saat diperiksa Penyidik KPK di Mapolda Sulsel pertengahan tahun ini.

Anggota JPU KPK, Dody Silalahi membacanya di depan sidang lanjutan kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) perizinan dan pembangunan infrastruktur Sulsel tahun 2020-2021.

Sidang digelar di Pengadilan Negeri Makassar Jl Kartini, Kamis (21/10/2021).

BAP tersebut hanya dibacakan di persidangan lantaran Ardin, yang sebelumnya diperiksa sebagai saksi KPK pada Juni 2021, meninggal dunia beberapa waktu kemudian.

Sehingga tak dapat dihadirkan dalam persidangan sebagai saksi.

JPU KPK pun memperlihatkan bukti terkait meninggalnya Ardin kepada Majelis Hakim yang diketuai Ibrahim Palino.

Dalam BAP almarhum, Dody Silalahi membacakan bahwa, saksi pada awalnya menyinggung peristiwa dirinya menghadap Nurdin Abdullah di rujab gubernur Sulsel pada 2020.

Nurdin Abdullah pun awalnya meminta almarhum saksi agar mengembangkan bibit talas satoimo atau talas Jepang.

"Kemudian bahwa seingat saksi pada tahun 2020, saksi telah dihubungi oleh Gubernur Sulsel Saudara M Nurdin Abdullah melalui ajudan Syamsul Bahri," kata KPK Dody.

"Saat itu Saudara Nurdin Abdullah menyampaikan kepada saksi, Pak Ardin, tolong kembangkan talas itu di daerah ketinggian. Dan saya jawab siap," lanjut Dody menirukan Ardin.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved