opini Dahlan Abubakar
Petaka Olahraga dan 'Matahari Kembar'
Yang lebih miris, Kepala Bidang Keuangan Daerah Sulsel Sakura menyampaikan komentar yang kurang bijak, Dia minta Sinjai dan Bulukumba siapkan anggaran
Bagaimana mungkin mau menyiapkan diri sebagai tuan rumah PON XXII, mempersiapkan Porprov XVIII Sulsel dalam skala provinsi saja tidak becus.
Ini yang harus dipikirkan. Mau melaksanakan yang kecil saja berantakan, kini membidik jadi tuan rumah PON. Apa kata dunia?
Jika menilik statemen Plt Gubernur Sulsel dengan komentar Kepala Bidang Keuangan Daerah Sulsel, terasa ada hal yang sangat janggal.
Seolah-olah ada “matahari kembar” dalam penentuan kebijakan anggaran di Sulawesi Selatan.
Atau mungkin juga tidak ada koordinasi yang cerdas dan tangkas antara atasan dengan bawahan.
“Matahari kembar” ini pun terasa hadir di PON XX Papua.
Setiap provinsi hadir dengan menampilkan KONI-nya masing-masing sebagai “leading sector”, meskipun di balik layar banyak yang terlibat.
Sebab, pesta olahraga nasional ini merupakan pestanya masyarakat olahraga yang di bawah komite olahraganya bukan yang lain.
Tentu saja mereka yang hadir di Papua akan sangat merasakan nuansa ini.
Jadi, jika prestasi atlet Sulsel di PON XX Papua – tanpa bermaksud mencari biang keladinya – tidak maksimal seperti ini, boleh jadi dampak dari adanya “dua matahari” tersebut sejak awal.
Hanya saja, kita bersyukur motivasi “siri na pacce” para atlet Sulawesi Selatan tidak pernah terganggu oleh adanya “dua matahari” tersebut.
Mudah-mudahan saja petaka ini bukan merupakan kado ulang tahun ke-352 Sulawesi Selatan hari ini. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dahlan-abubakar-ketua-ipkb-sulsel_20170815_165831.jpg)