opini Dahlan Abubakar
Petaka Olahraga dan 'Matahari Kembar'
Yang lebih miris, Kepala Bidang Keuangan Daerah Sulsel Sakura menyampaikan komentar yang kurang bijak, Dia minta Sinjai dan Bulukumba siapkan anggaran
Kalimat Pak Sakura ini sangat tidak nyaman dan seharusnya dipilih frasa yang lain.
Ucapan seperti itu selayaknya boleh keluar dari mulut seorang penentu kebijakan, gubernur, bukan dari seorang kepala bidang.
Seolah-olah penganggaran kegiatan di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tersebut ditentukan oleh seorang kepala bidang. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi dalam sebuah pemerintahan di era modern sekarang.
Kalau merujuk kepada penyelenggaraan PON XX Papua/2021, dari segi anggaran, mestinya Sulawesi Selatan sulit mengirim kontingen.
Saya tahu persis bagaimana susah payahnya KONI Sulsel mengusahakan anggaran untuk memberangkatkan kontingen tersebut terlibat dalam PON XX Papua dengan situasi perekonomian tuan rumah, khususnya masalah harga yang sangat berbeda dengan wilayah lain di Indonesia, semisal di Jawa Barat pada PON XIX/2016 sebenarnya merupakan tindakan “harakiri” dari segi anggaran.
Sekadar contoh saja, rental mobil sehari saja Rp1,2 juta. Di Makassar paling tinggi Rp400 ribu dengan pengemudi. Ini baru satu contoh saja, belum yang lain.
Kalau dikatakan Sulsel dapat mengikuti PON XX Papua dengan dana Rp30 miliar (Rp20 miliar dikelola oleh KONI Sulsel dan Rp10 miliar oleh Dispora) itu dapat jalan bukan karena anggaran yang sebanyak itu, melainkan lantaran semangat “siri na pacce” atlet Sulawesi Selatan yang sangat membara dan tidak pernah berpikir akan anggaran yang minim itu.
Sulawesi Selatan dari segi peringkat memang sukses, yakni naik satu tangga dibandingkan di Jawa Barat, dari peringkat ke-12 beralih ke peringkat ke-11.
Hanya saja terbalik dengan jumlah medali emas yang turun, yakni dari 12 keping emas di Jawa Barat menjadi 11 medali emas di Papua.
Hasil evaluasi sementara KONI Sulsel, Senin (19/10/2021), mengungkapkan, kegagalan Sulsel memenuhi target 10 besar tersebut karena ada beberapa cabang olahraga unggulan gagal mencapai target.
Misalnya saja atletik, anggar, dayung, judo, layar, motor, selancar angin, tinju, panjat tebing, dan tarung derajat.
Jika seandainya – maaf tidak bermaksud berandai-andai karena ini sudah berlalu -- cabang-cabang tersebut mampu memenuhi targetnya, Sulsel akan memperoleh 22 medali emas (dengan emas yang berhasil diraih sekarang) dan bercokol pada peringkat ke-8 yang di PON Papua ditempati Riau dengan 21 emas.
Petaka dan “Matahari Kembar”
Kealpaan Sulawesi Selatan menganggarkan dana Porprov 2022 Sinjai dan Bulukumba tersebut saya anggap sebagai “petaka” yang menimpa aktivitas olahraga di Sulawesi Selatan.
Saya menjadi sangat sangsi atas komitmen Plt Gubernur Sulawesi Selatan mengajukan diri menjadi ruan rumah PON XX/2028 yang memerlukan dana raksasa, setelah kembali dan melihat ke-wah-an fasilitas olahraga PON XX Papua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dahlan-abubakar-ketua-ipkb-sulsel_20170815_165831.jpg)