Breaking News:

Tribun Makassar

Negara dan Keberpihakan

wacana tentang penertiban anak jalanan (Anjal) di Kota Makassar menjadi perhatian dari dari penggiat demokrasi Juanto Avol.

Editor: Muh Hasim Arfah
Hasim Arfah/Tribun Timur
Juanto 'Avol' Djufri 

Oleh: Juanto Avol

TRIBUN-TIMUR.COM- Baru-baru ini, ada wacana tentang penertiban anak jalanan (Anjal) di Kota Makassar.

Pengamen, "Pak Ogah", peminta-minta dan sejenisnya akan dipusatkan dalam penampungan rumah singgah.

Melalui pesan singkat WhatsApp yang beredar, meme sosialisasi penegakan Perda no. 2 tahun 2008 kembali muncul dipermukaan, setelah sekian lama "koma".

Dalam pesan singkat itu, rencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan mengambil alih kewenangan dan tanggung jawab Pemkot Makassar.

Dari meme yang beredar, sosialisasi Perda itu justeru menimbulkan tanya, apakah Pemkot kering program penanganan sosial Anjal selama ini?

Hal lain, yang menjadi pemantik, tendensi penerapan Perda itu, soal sanksi hukum pidana kepada orang-orang yang memberi, bersedekah (kata seorang teman group) tak begitu diterima.

Dalam konteks agama, orang yang memberi/bersedekah dianjurkan.

Bagaimana mungkin, negara justeru hadir melarang dan mempidanakan.

selanjutnya, dari sisi apa publik kemudian melihat Perda itu?

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved