Breaking News:

Tribun Soppeng

Dua DPO Kasus Narkoba Asal Sidrap Ditangkap di Soppeng

Satuan Reserse Narkoba Polres Soppeng menangkap 2 warga Amparita, Kabupaten Sidrap. Keduanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Polres Soppeng
Salah seorang warga Kabupaten Sidrap yang merupakan pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu ditangkap tim Polres Soppeng. 

TRIBUNSOPPENG.COM, WATANSOPPENG - Satuan Reserse Narkoba Polres Soppeng menangkap 2 warga Amparita, Kabupaten Sidrap, Rabu (29/9/2021) kemarin.

Keduanya adalah lelaki berinisial FR (27) dan ZK (40) yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Ditangkapnya kedua DPO kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu itu, berawal dari tertangkapnya seorang lelaki berinisial SR di Kecamatan Donri-donri beberapa hari lalu.

"Dua DPO itu merupakan pengembangan kasus atau penunjukan dari tersangka SR yang diamankan di Donri-donri, hari Senin lalu," kata Kasatres Narkoba Polres Soppeng, AKP Syaifullah Syan, Kamis (30/9/2021).

Saat itu, SR mengantongi 1 saset plastik berisi kristal bening diduga sabu-sabu dengan harga Rp 800.000.

Mantan Kapolsek Tempe itu menjelaskan, dua warga Kabupaten Sidrap itu ditangkap di tempat berbeda.

Awalnya, FR di tangkap di daerah Massepe dan ZK ditangkap di daerah Amparita.

"Informasi bahwa salah satu DPO berinisial FR berada di rumah kerabatnya di Massepe, Kabupaten Sidrap, sehingga anggota bergerak ke sana mengamankan pelaku di tempat persembunyiannya," katanya.

FR mengakui bahwa sabu-sabu yang dimilikinya itu dibeli dari lelaki berinisial ZK di Amparita, Kabupaten Sidrap.

"Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap tersangka ZK," katanya.

Pada saat ZK ditangkap, polisi juga menemukan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 3.56 gram.

Alhasil, para pelaku pun kini diamankan di Mapolres Soppeng, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Barang bukti saat ini kita bawa ke labfor, dan kita masih terus lakukan pengembangan bilamana masih ada tersangka lainnya," katanya.

Para pelaku pun terancam penjara paling sedikit 5 dan dan paling lama 20 tahun penjara.

Sebagaimana pasal 114 subsider pasal 112 Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved