Breaking News:

Kasus RS Batua

CITIZEN ANALISIS: Banggar DPRD Makassar Juga Potensi Tersangka Kasus RS Batua

Jadi tidak ada alasan bagi Banggar untuk tidak menghadiri panggilan penyidik.

Editor: AS Kambie
Facebook
Aktivis antikorupsi Djusman AR 

Oleh: Djusman AR

Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hingga saat ini, Penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel terus mendalami kasus dugaan korupsi Rumah Sakit (RS) Batua Makassar atau kasus RS Batua.

Beberapa pihak telah dimintai keterangan dalam Kasus RS Batua , termasuk Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Danny Pomanto  sebagai saksi oleh Penyidik Polda Sulsel, pasalnya tender proyek tersebut berlangsung saat Danny Pomanto menjabat sebagai Wali Kota Makassar.

Penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel juga seharusnya memanggil Anggota Banggar DPRD Makassar yang dinilainya juga  ikut bertanggung jawab.

Semua yang diduga memiliki kewenangan dalam penganggaran Kasus RS Batua sepatutnya diperiksa.

Mengingat, dalam penanganan perkara korupsi, semakin banyak yang dimintai keterangan, semakin membuka terang benderang kasus tersebut. 

Termasuk para anggota Banggar DPRD Makassar  selaku pengawas dan penyusun anggaran saat itu.

Hal itu bertujuan untuk menghindari jangan sampai ada yang patut ditersangkakan namun tidak ditersangkakan.

Jadi tidak ada alasan bagi Banggar DPRD Makassar untuk tidak menghadiri panggilan penyidik.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved