Tribun Makassar
Kritik Pengadaan Seragam DPRD Sulsel Hampir Rp1 M, Kopel; Kalau Peka Anggarannya Direfocusing
Peneliti Senior Kopel Indonesia, Herman mengkritik pengadaan pakaian dinas dan atribut anggota DPRD Sulsel hampir mencapai Rp1 M.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Sudirman
"Toh juga tidak ada masalah, apalagi jika anggaran Rp600 juta dikonversi dengan 85 anggota dewan, itu hanya sekitar Rp6 jutaan per anggota dewan," katanya.
"Berarti jika dibuat 3 pasang berarti hanya sekitar Rp2 juta per 1 pasang," tambahnya.
Namun Wawan menegaskan, soal ada atau tidaknya baju dan atribut DPRD, ia tidak mempermasalahkannya.
"Jadi kami tidak terlalu bersoal dengan itu, karena ada atau tidak ada itu juga bukanlah menjadi soal," katanya
Penjelasan Sekwan
Sekretaris Dewan Sulsel, M Jabir membenarkan adanya tender tersebut.
Menurutnya, untuk pakaian dinas dan atribut DPRD ada tiga pasang.
"Terdiri dari Pakaian Sipil Harian (PSH), Pakaian Sipil Resmi (PSR) dan Pakaian Dinas Harian (PDH)," kata Jabir, Rabu (11/8/2021) malam.
Pengadaan tender tersebut diklaim Jabir baru diadakan lagi.
"Sudah 2 tahun anggaran tidak disediakan pakaian dinas dan tahun ini baru dianggarkan lagi," katanya.
Ditanya apakah jenis kain dan proses jahitnya sama dengan pengadaan yang dilakukan DPRD Tangerang?
"Jenis kain hanya standar umum, tekstil wool biasa saja," ujarnya.
"Jadi pengadaan tersebut untuk masing masing 1 pasang saja PSH, PSR dan PDH," tambah Jabir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/peneliti-r4ef43r4.jpg)