Tribun Kampus
Politeknik ATI Makassar Sosialisasi Peluang Kerja ke Luar Negeri kepada Mahasiswa dan Alumni
Bahasa bisa menjadi kendala yang dihadapi para tenaga kerja saat bekerja di luar negeri, seperti di Korea Selatan.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
Dengan modal nekat sebagai fresh graduate, Yogie bersama timnya pun berangkat ke Malaysia ikut bersaing dalam proyek tersebut.
Namun, juara Balap Sepeda Riau Championship tersebut mengungkapkan banyaknya tantangan yang mereka hadapi.
Terutama dengan model instalasi listrik yang dipakai dalam proyek tersebut berbeda dengan instalasi listrik yang sering digunakan di Indonesia.
"Awalnya kami mengira proyek instalasi listrik seperti pada umumnya, tapi ternyata setelah sampai disana amat sulit karena ternyata lebih mudah membangun sesuatu yang baru dibanding menyelesaikan pekerjaan orang lain yang terbengkalai," kata pria kelahiran Makassar, 12 Mei 1994 ini.
Namun, Yogie cs tidak patah semangat.
Mereka terus berupaya meyakinkan pemilik proyek kalau mereka mampu menyelesaikan proyek tersebut hingga pada akhirnya tender proyek tersebut mereka menangkan.
"Sebuah kebanggaan untuk kami, lulusan Politeknik ATI Makassar. Dari sekian banyak negara Asia, kami dari Indonesia yang berhasil menyelesaikan permasalahan di sana," kata Yogie.
Kemudian pada 2017, Yogie bergabung sebagai Electrical Fiber Line di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
Saat bekerja di PT RAPP, ia berkesempatan mengikuti pelatihan teknisi di Sateri, Jiang Xi, China pada 2018 selama enam bulan.
Pada 2019, Yogie pun memilih bekerja sebagai engineering PT Suryamas Megah Stell di Surabaya hingga 2020.
Kini, Yogie memutuskan ingin membuka bisnisnya sendiri.
Ia pun berharap pengalamannya tersebut bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa di Politeknik ATI Makassar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/cdc-politeknik-ati-makassar-menggelar-sosialisasi-peluang-kerja.jpg)