Tribun Kampus
Politeknik ATI Makassar Sosialisasi Peluang Kerja ke Luar Negeri kepada Mahasiswa dan Alumni
Bahasa bisa menjadi kendala yang dihadapi para tenaga kerja saat bekerja di luar negeri, seperti di Korea Selatan.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
Sementara itu Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri menuturkan dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa Politeknik ATI Makassar mendapat informasi terkait peluang bekerja di luar negeri.
"Dari pemaparan para pemateri, saya lihat kebutuhan tenaga kerja di Korea Selatan dan Jepang lebih mengarah pada industri manufaktur yang sesuai dengan spesialisasi di Politeknik ATI Makassar," tuturnya.
Ia pun berpesan kepada mahasiswa atau alumni yang berminat untuk bekerja di luar negeri untuk membekali diri dengan kemampuan bahasa asing.
Politeknik ATI Makassar pun akan mengoptimalkan layanan UPT Bahasa dan bekerja sama dengan LPPR Indonesia maupun Era Hakwon.
Tangani Proyek Mangkrak di Luar Negeri
Alumni Politeknik ATI Makassar tidak hanya berkiprah di dalam negeri.
Namun sebagian alumni menunjukkan eksistensinya di luar negeri.
Hal tersebut dibuktikan dengan pengalaman salah satu alumnus Politeknik ATI Makassar, Muhammad Yogie Santoso.
Yogie merupakan alumnus tahun 2015 dari program studi Teknik Elektro Industri yang kini bertransformasi menjadi program studi Otomasi Sistem Permesinan.
Yogie yang juga mantan atlet Balap Sepeda dipilih menjadi Electrical Tim Leader di C two Engineering, Selangor, Malaysia.
Ia menangani proyek instalasi listrik yang sudah bertahun-tahun mangkrak di Malaysia pada 2016 lalu.
Cerita ini Yogie bagikan dalam sesi ZI Talk Seri #02 bertajuk 'Inspiring Silver Ekspert' melalui Instagram Live, Sabtu (17/7/2021) malam.
Acara ini digelar dalam rangka pembangunan Zona Integritas di Politeknik ATI Makassar.
Sebelum mendapatkan proyek tersebut, Yogie bersama tiga rekannya yang juga alumni Politeknik ATI Makassar harus bersaing dengan tim dari negara lain, seperti Nepal, Myanmar, dan Malaysia sendiri.
"Jadi waktu itu informasinya dari kampus juga, dari dosen kami Ibu Nurhayati Jabir. Ibu Nur ngasih info kalau ada project di Malaysia yang terkatung-katung," katanya via rilis Humas Politeknik ATI Makassar ke tribun-timur.com, Minggu (18/7/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/cdc-politeknik-ati-makassar-menggelar-sosialisasi-peluang-kerja.jpg)