Penanganan Covid
Mansjur Nasir, Dokter Lansia Penerima Vaksin Moderna Pertama di Sulsel
Penyuntikan vaksin moderna atau booster telah dimulai di Sulawesi Selatan. Vaksinasi moderna diprioritaskan untuk tenaga kesehatan
Penulis: Siti Aminah | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyuntikan vaksin moderna atau booster telah dimulai di Sulawesi Selatan, Senin (2/8/2021) kemarin.
Vaksinasi moderna diprioritaskan untuk tenaga kesehatan sebagai garda terdepan menangani virus Corona.
Di Sulsel, orang pertama yang memberanikan diri untuk disuntik vaksin moderna ialah seorang dokter yang sudah berusia lanjut.
Namanya Mansjur Nasir, merupakan dokter gigi yang bertugas di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Hasanuddin Makassar.
Ia menghabiskan masa baktinya di RSGM Unhas 37 tahun lebih, sejak tahun 1984, dan akan pensiun tiga tahun kedepan.
Vaksinasi moderna masih sangat asing di telinga masyarakat dan beberapa tenaga kesehatan lainnya.
Namun Mansjur justru memasang badan paling depan untuk disuntik vaksin jenis mRNA ini.
Mansjur datang ke RSKD Dadi dengan niat yang mantap untuk mendapatkan vaksin booster, mengenakan kemeja berlengan pendek agar tak ribet saat disuntik.
Sebelum masuk ke bilik penyuntikan, Mansjur mengikuti proses tracing lebih dulu.
Kondisi kesehatannya harus dipastikan tidak bermasalah saat menerima vaksin tersebut.
Untuk lebih meyakinkan diri, ia berdoa sejenak demi kelancaran vaksinasinya.
Tanpa diberi aba-aba, tangan kanannya dengan gesit menggulung lengan baju sebelah kiri, menandakan bahwa ia sangat siap divaksin.
Plt Gubernur Sulsel, anggota DPR RI, Aliyah Mustika Ilham, hingga beberapa pejabat .Pemprov Sulsel menyaksikan nyali dokter gigi ini saat ditangani tim medis RSKD Dadi.
Usai divaksin, Mansjur merasa senang, tak ada sedikitpun gejala yang dialami.
Saat diwawancarai tribun-timur.com, ia mengaku mendapat informasi ihwal vaksin booster dari kerabatnya di Jerman.
"Jadi ini buatan Amerika, teman saya di Jerman bilang ada vaksin yang bagus efikasinya, pfizer dan moderna. Tapi di sini yang ada baru moderna," bebernya kepasa tribun-timur.com, Selasa (3/8/2021) pagi.
Mansjur bilang, vaksin moderna sangat penting, utamanya bagi tenaga kesehatan sebagai ujung tombak sekaligus kelompok yang berisiko terpapar covid-19.
"Kita kan tidak tahu pasien yang datang apakah dia bawa covid-19 atau tidak. Kita sebagai tenaga medis harus tetap siap menangani pasien dalam keadaan apapun," tuturnya.
Informasi yang diserap oleh guru besar Unhas ini, vaksin modern efektif mencegah penularan virus varian delta maupun delta plus.
Menurutnya, virus varian baru tersebut penularannya sangat cepat dan membahayakan. Efikasi vaksin moderna dianggap ampuh melawan varian delta.
Aksinya sebagai nakes lansia untuk menerima vaksin tahap III ini diharapkan jadi cerminan bagi nakes lainnya agar ikut menjadi penerima vaksin moderna.
"Kita saja yang tua mau, masa yang muda tidak," tuturnya.
Syarat mengikuti vaksinasi ini, calon penerima harus menyelesaikan vaksinasi tahap I dan III sekurang-kurangnya tiga bulan setelah vaksin terakhir.
Saat divaksin pertama, sekira bulan Februari lalu, Mansjur merasa khawatir. Ia sempat cemas, apalagi usianya yang sudah tak muda lagi.
Seiring berjalannya waktu, ia mengedukasi diri dan aktif sharing dengan kerabatnya soal covid-19 dan cara atau upaya untuk menangkal.
"Tidak ada efek sama sekali usai divaksin I dan II, tapi cuma cemas sedikit," ungkapnya.
Saat awal pandemi covid-19, pemilik klinik gigi dan ortodonti YUAI ini tidak membuka praktek.
Karena takut terpapar covid-19, ia memilih menghabiskan waktunya di rumah sambil melaksanakan tugasnya sebagai tenaga pengajar di Kampus Unhas.
Mansjur juga membeberkan cara menjaga kebugaran tubuh dengan aktif berolahraga.
Ia sendiri aktif berolahraga setiap hari, bahkan acapkali berkunjung ke Pulau Gusung hanya untuk berenang. (*)