Breaking News:

Annas GS Wafat

In Memorian Annas GS Karaeng Jalling: 'Karjal Way'

Orangnya enerjik dan penuh semangat, suka bercanda dan ingin hidup seribu tahun lagi, yang terekam dalam jejak digital “Karjal Way”.

Editor: Sakinah Sudin
dok pribadi
In Memorian Annas GS Karaeng Jalling (kiri). 

Dari Idul Fitri ke Idul Adha, jaraknya dekat sekali.

Yang membedakan daftar kematian makin panjang, bisikku dalam hati.

Berikut disajikan kembali tulisan saya saat hari ulang tahun ke-62 Karaeng Jalling, 27 Desember 2020.

Orangnya enerjik dan penuh semangat, suka bercanda dan ingin hidup seribu tahun lagi seperti puisi Chairil Anwar, yang terekam dalam jejak digital “Karjal Way”.

//Menolak Tua//

“Halo…halo…” Lelaki itu kembali berupaya menelpon seseorang. Sampai tiga kali, tapi tetap tak ada jawaban.

“Mentang-mentang sudah pensiun, biar telpon sudah tidak mau mi na angkat lagi,” ujar Muhammad Annas GS dengan nada tinggi memecah tawa beberapa kawannya di sebuah kedai kopi legendaris di kawasan Panakkukang, kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Sejak pensiun dari ASN (aparatur sipil negara), beberapa tahun lalu, ‘Karaeng Jalling’ (disingkat Karjal) -begitu ia akrab disapa- lebih banyak menghabiskan waktu ngopi dan bercanda bersama kawan dan sahabatnya.

Selain juga kerap bermain tenis dan berpacu kuda yang menjadi hobinya.

Kadang diakhir pekan ia menengok tambak ikan dan garam-nya di kampungnya, kabupaten Jeneponto.

“Saya kembali menjadi petani garam dan budidaya ikan di kampung, dinda…!” katanya seolah ingin menegaskan kalau sesungguhnya ia belum habis dan tetap produktif.

Hanya lahan garapannya saja yang membedakan dengan sebelumnya saat dirinya masih aktif sebagai pamong praja.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved