Breaking News:

DPMPTSP Sulsel

Dipresentasikan Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, Inovasi Gesit-19 Sulsel Lolos Top 45 Nasional

Dalam sejarah lomba inovasi nasional, baru kali ini inovasi DPMPTSP tembus nasional dan masuk top 45 dari 3.000 proposal.

Editor: Arif Fuddin Usman
Dok DPMPTSP Sulsel
Plt. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mempresentasikan secara langsung inovasi ini di hadapan Tim Panel Independen kompetisi tersebut via zoom meeting, 15 Juli 2021. Inovasi Gesit-19 Sulsel lolos 45 besar inovasi terbaik dari 3000 proposal inovasi yang masuk. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pemerintah Pusat melalui Kemenpan-RB menetapkan Inovasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan “GESIT-19” lolos dalam Top 45 Nasional pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2021.

Penetapan finalis kompetisi bergengsi tingkat nasional itu tertuang dalam surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI tertanggal 29 Juli 2021 tentang Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji 2021.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) Tjahyo Kumolo menandatangani langsung penetapan finalis yang berjumlah 45 seluruh Indonesia tersebut.

Menanggapi pencapaian GESIT-19 (Gerai Perizinan Sektor Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jayadi Nas yakin inovasi ini bakal terus melaju ke tahapan selanjutnya. 

Jayadi Nas, menjelaskan bahwa layanan Gesit-19 memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan izin dengan mudah dan waktu singkat. 

"Gesit-19 merupakan inovasi unggulan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Sulsel. Gesit-19 menjadi satu-satunya wakil Sulsel yang lolos sebagai finalis KIPP tahun 2021," katanya dikutip dalam rilis Minggu (1/8/2021). 

Dalam sejarah lomba inovasi nasional yang sudah belasan tahun digelar, baru kali ini inovasi DPMPTSP tembus nasional dan masuk top 45 dari 3.000 proposal dari seluruh daerah di Indonesia. 

Gerai pelayanan ini memiliki berbagai keunggulan, di antaranya: Mendekatkan pelayanan perizinan, mempercepat penerbitan izin, menekan biaya operasional dan pengurusan izin, menghilangkan percaloan dan memangkas birokrasi, dan sebagai strategi pencegahan penularan covid-19. 

Gerai ini juga dapat menjawab persoalan yang dihadapi, di mana kondisi yang dihadapi oleh nelayan untuk melakukan aktivitas berusaha harus mengantongi izin yang diterbitkan di ibu kota provinsi yang jaraknya sangat jauh hingga ratusan kilometer.

"Sehingga terkadang terlambat untuk melaut, karena belum mengantongi izin yang diterbitkan," jelas Jayadi Nas

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved