Breaking News:

Tribun Bulukumba

Insentif Nakes Periode Juli-Desember 2020 di Bulukumba Belum Dibayarkan

Terkait insentif nakes, bukan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Hasriyani Latif
RSUD Sulthan Dg Radja
Direktur RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba, dr Rizal Dappi 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih menjadi musuh bersama saat ini.

Pemerintah terus melakukan upaya agar pandemi ini segera berlalu.

Salah satunya refocusing untuk dialihkan ke anggaran penanganan Covid-19.

Namun meski begitu, tenaga kesehatan (Nakes) yang menjadi garda terdepan menangani pasien masih menjerit.

Seperti yang dirasakan nakes di RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba.

Insentif senilai total Rp 4,8 miliar, belum dibayarkan.

Legislator PKB Bulukumba, Andi Soraya Widyasari, Sabtu (31/7/3021) mengatakan, pada saat melakukan Koordinasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Kemenkes tidak pernah menghambat pembayaran insentif nakes.

"Hanya saja ada beberapa laporan data yang terlambat dimasukkan oleh Dinas Kesehatan," kata Andi Yaya, sapaannya.

Terkait insentif nakes, bukan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Namun ditangani langsung oleh Kementerian melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved