Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

Angka Kematian Covid-19 Tembus 35 di Sulsel, Ini Kata Ahli Epidemologi

Positif Covid Sulawesi Selatan bertambah 1.145 pasien. Angka tersebut naik dari sehari sebelumnya di angka 954 pasien

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
Dok Pribadi
Ahli Epidemologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) Prof Ridwan Amiruddin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru kasus covid-19 di tanah air, termasuk Sulsel.

Melalui aku Twitter @BNPB_Indonesia, Rabu (28/7/2021), terlihat, provinsi dengan angka penambahan pasien terkonfirmasi terbanyak yakni, Jawa Barat 8.366 pasien.

Diikuti Jawa Timur 6.422 pasien, Jakarta 5.525 pasien, Jawa Tengah 4.666 pasien, , DI Yogyakarta 2.282 pasien, Kalimantan Timur 2.129 pasien dan Banten 1.642 pasien.

Sementara Sulawesi Selatan di angka 1.145 pasien. Angka tersebut naik dari sehari sebelumnya di angka 954 pasien

Dengan penambahan 1.145 pasien di Sulsel membuat angka komulatif penambahan pasien terkonfirmasi tembus 80.004 orang.

Sementara untuk pasien sembuh naik 720 pasien. Angka tersebut turun dibandingkan sehari sebelumnya di angka 743 pasien.

Dengan penambahan 720 pasien sembuh di Sulsel membuat angka komulatif penambahan pasien sembuh tembus 69.617 pasien.

Untuk pasien positif yang meninggal tambah 35 pasien, di angka 1.261 pasien.

Khusus angka kematian, itu terbanyak sejak pandemi Covid hadir di Sulsel (19/3/2020) lalu.

Ahli Epidemologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) Prof Ridwan Amiruddin membenarkan hal tersebut.

"Betul, angka ini juga akan naik terus," katanya via pesan WhatsApp, Kamis (29/7/2021).

Dasarnya dari mana?

"Dasarnya, pertama angka isoman (Isolasi Mandiri) yang semakin tinggi dan cenderung terjadi perburukan serta akses ke RS terbatas," katanya.

"Kedua, perluasan wilayah keparahan semakin meningkat, ketiga sebagian yang sempat datang ke RS sudah gejala berat dan kritis," tambahnya.

Keempat, lanjut dia, Bed Occupancy Rate (BOR) RS semakin meningkat, antrean sudah mulai terjadi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved