Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Belajar dari Rumah

Kepala Sekolah di Makassar Pastikan Proses Belajar Siswa Lancar Meski Daring

Disdik Makassar terbitkan edaran belajar daring untuk PAUD hingga SMP, 1–4 September, imbas potensi aksi demo di kota.

|
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sukmawati Ibrahim
Sanovra JR/Tribun Timur
ILUSTRASI SEKOLAH - Ilustrasi anak sekolah. Disdik Makassar terbitkan edaran belajar daring untuk PAUD hingga SMP, 1–4 September, imbas potensi aksi demo di kota. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Dinas Pendidikan Kota Makassar menerbitkan surat edaran pelaksanaan pembelajaran daring bagi satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak aksi demonstrasi di Makassar, Sulawesi Selatan.

Surat edaran bernomor 400.3.5/8/S.Edaran/Disdik/VIII/2025 ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Achi Soleman.

Dalam edaran tersebut, seluruh satuan pendidikan diminta melaksanakan pembelajaran daring mulai 1 hingga 4 September 2025.

Menanggapi edaran itu, sejumlah kepala sekolah SMP di Makassar memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan meskipun secara daring.

Plt Kepala SMPN 33 Makassar, Andi Rahayu Cante, menyatakan seluruh guru dan siswa siap mengikuti pembelajaran daring hingga 4 September.

Surat edaran telah dikirim wali kelas ke grup orang tua dan siswa.

Baca juga: Situasi Tak Kondusif, Sekolah di Makassar Belajar Daring

“Saya juga sudah komunikasi dengan wakasek kurikulum untuk mengatur roster belajar selama daring, sehingga mata pelajaran tidak ada yang berbenturan atau bersamaan jamnya,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Minggu (31/8/2025).

Andi Rahayu mengimbau orang tua agar melarang anak keluar rumah dan fokus belajar demi menjaga keselamatan.

“Himbauan untuk siswa supaya jangan ikut-ikutan kompoi atau demo apabila ada yang mengajak, karena ada sanksi dari sekolah apabila ada terdeteksi yang melakukannya,” tegasnya.

Kepala SMPN 6 Makassar, Azhar Kadir, juga memastikan proses belajar tetap lancar meskipun daring.

Ia menyebut para guru sudah terbiasa mengajar secara daring sejak pandemi Covid-19.

“Sudah terbiasa daring, jadi ketika proses belajar mengajar, guru-guru sudah siap perangkat belajarnya,” kata Azhar.

Ia juga mengimbau siswa tidak ikut demonstrasi dan meminta orang tua mendampingi anak selama belajar daring. (*)

 


Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved