Breaking News:

Tribun Bantaeng

Banyak Pohon Mati Terbakar di Kawasan Hutan Bantaeng, Warga Minta Penyadapan Getah Pinus Dihentikan

Kabupaten Bantaeng menjadi salah satu wilayah yang sangat rawan terjadinya kebakaran.

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Sudirman
warga
Kondisi hutan Pinus di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng usai kebakaran terjadi. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Kabupaten Bantaeng menjadi salah satu wilayah yang sangat rawan terjadinya kebakaran.

Kebakaran sering kali terjadi di kawasan hutan lindung yang didominasi dengan Pohon Pinus.  

Diketahui kebakaran terjadi pada tahun 2019 di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere.

Saat itu api membakar sebagian besar pohon pinus dan menghanguskan semua pohon kopi milik warga.

"Sering sekali terjadi kebakaran hutan kalau waktu musim kemarau karena getah pohon pinus cepat terbakar. Terkahir kebakaran tahun 2019," kata warga, Rahman saat ditemui TribunBantaeng.com, di Desa Bonto Lojong, Rabu, (21/7/2021) siang.

Warga menduga penyebab terjadinya kebakaran hutan akibat aktivitas penyadapan getah Pohon Pinus.

Menurutnya, aktivitas penyadapan tersebut menjadi penyebab kebakaran saat musim kemarau.

Apalagi getah Pohon Pinus yang sangat mudah terbakar.

Proses penyadapan dilakukan dengan mengeruk bagian bawah Pohon Pinus untuk mengeluarkan getah.

Sehingga meskipun api tak membakar habis, Pohon Pinus tetap akan mati.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved