Breaking News:

Tribun Wajo

Pemkab Wajo Izinkan Salat Iduladha 1442 H Digelar di Masjid atau Lapangan

Pemerintah Kabupaten Wajo menetapkan pelaksanaan salat Iduladha 1442 H boleh dilakukan di masjid, musallah, maupun di lapangan.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Bupati Wajo, Amran Mahmud. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pemerintah Kabupaten Wajo menetapkan pelaksanaan salat Iduladha 1442 H pada Selasa (20/7/2021) mendatang, boleh dilakukan di masjid, musallah, maupun di lapangan.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Pemkab Wajo mengeluarkan surat edaran tersebut, dengan catatan pelaksanaan salat id tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Salat id boleh di masjid, musallah, dan di lapangan terbuka dengan ketentuan jumlah jemaah tidak boleh lebih 30 persen dari kapasitas tempat, ini bertujuan agar konsentrasi massa tidak menumpuk di satu titik," kata Bupati Wajo, Amran Mahmud, Sabtu (17/7/2021).

Selain itu, pemerintah setempat diminta untuk menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir dilengkapi dengan sabun atau handsanitizer.

Serta, memastikan seluruh jemaah menaati protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menjaga jarak aman.

"Pemerintah setempat juga memastikan tersedianya petugas untuk mengecek suhu tubuh jemaah yang ada," katanya.

Amran Mahmud juga menyampaikan, bagi masyarakat muslim yang hendak melaksanakan salat id, sebaiknya melakukan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

Serta, diharapkan dalam keadaan sehat wal afiat.

"Apabila kesehatannya terganggu, diminta untuk tidak melaksanakan salat id di masjid, musallah, maupun di lapangan," katanya.

Selain poin-poin tentang pelaksanaan salat id, Amran Mahmud juga meminta kepada masyarakat untuk tidak menggelar takbir keliling.

"Kita larang melakukan takbiran keliling dengan arak-arakan, baik dengan berjalan kaki maupun dengan menggunakan kendaraan," katanya.

Opsinya, sebaiknya takbiran dilakukan di masjid atau musallah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan jumlah jemaah maksimal 10 persen dari kapasitas ruangan.

Lebih lanjut, terkait pelaksanaan pemotongan hewan kurban dan pembagian daging hewan kurban juga diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak dilakukan secara berkerumun.

"Untuk menghindari kerumunan pada saat pembagian daging kurban, agar panitia penyelenggara mengantarkan langsung kepada yang berhak atau pembagian dengan sistem shif," kata Wakil Bupati Wajo periode 2009-2014 itu.

Sejauh ini, kasus Covid-19 di Kabupaten Wajo mencapai mencapai 867 kasus, dengan rincian 11 orang masih dirawat, 31 orang menjalani isolasi mandiri, 803 orang telah sembuh, dan 22 orang meninggal dunia. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved