Update Corona Maros
Positif Covid-19 di Maros Capai 134 Orang, Didominasi Klaster Pedagang dan Perjalanan
Hal ini disampaikan oleh Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Maros dr Muhammad Yunus, Minggu (11/07/21).
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Kasus Covid-19 di Kabupaten Maros kembali mengalami peningkatan.
Hal ini disampaikan oleh Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Maros dr Muhammad Yunus, Minggu (11/07/21).
Ada penambahan sembilan orang kasus positif di Kabupaten Maros.
"Ada penambahan sembilan kasus, ada yang sembuh satu orang dan meninggal dunia satu orang," katanya kepada tribunmaros.com, Senin sore.
Total kasus saat ini berjumlah 141 orang dan tersebar di 13 kecamatan.
" Lima orang dari Lau, masing-masing empat orang dari Maros Baru dan Mallawa, tiga orang dari Tompobulu, dan masing-masing satu orang dari Bontoa dan Cenrana ," terangnya.
10 orang lainnya berasal dari Marusu, 11 orang dari Tanralili dan 14 orang dari Bantimurung dan 15 orang dari Simbang.
Untuk Kecamatan dengan kasus tertinggi yakni Moncongloe 21 kasus, Mandai 25 kasus, Turikale 27 kasus.
Dr. Yunus mengungkapkan, diduga pasien tertular akibat adanya kontak erat dengan pasien positif sebelumnya.
"Kasus yang ditemukan sebagian besar hasil tracing dan testing kontak terhadap konfirmasi aktif sebelumnya. Paling banyak klaster keluarga," tuturnya.
Namun ada pula klaster baru yang ditemukan seiring bertambahnya kasus.
"Ada klaster baru yang ditemukan yakni klaster pedagang dan juga klaster perjalanan. Sisanya itu ditemukan saat pemerikasaan acak dan belum menjadi suatu klaster," tuturnya.
Dari 141 orang yang terjangkit Covid-19, 17 diantaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit.
"14 orang sedang di rawat di RS dr La Palalloi, dua lainnya dirawat di RS Labuang Baji, dan satu orang di RS Dodi Sartdjo, " ucapnya.
Sementara untuk menekan kenaikan kasus Covid-19 di Maros, disiplin protokol kesehatan terus ditegakkan.
Saat ini Satgas Covid-19, kata dr Yunus gencar melakukan pemeriksaan 3T.
"Kami dari satgas saat ini sedang memperkuat 3T, Tracing, Testing dan Treatment," lanjutnya.
Giat vaksinasi juga terus digalangkan untuk seluruh masyarakat demi memperkuat antibodi.
"Perketat protokol Kesehatan, walapun sudah divaksin. Karena vaksin tidak menjamin kita tidam berpotensi terinfeksi virus Corona," jelasnya.
Ia menjelaskan tingkat efektifitas dari setiap jenis vaksin berbeda-beda.
"Efektivitas vaksin berbeda tergantung jenisnya. Misalnya, hanya 55-65 persen jika menggunakan Sinovac, dan 76 persen jika menggunakan astraZeneca," terangnya.
Dr. Yunus berharap masyarakat disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan dan mendukung program vaksinasi.
Tak hanya itu, Pemkab Maros pun telah memberlakukan PPKM Mikro sejak 09 Juli 2021.
Hingga saat ini total kasus Covid-19 terkonfirmasi di Kabupaten Maros adalah sebanyak 1.829.
Dan untuk pasien yang sudah sembuh mencapai 1.654 orang.
Sementara yang meninggal dunia 34 orang.