BUMN
Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang, Alumnus SMA 2 Makassar Sekolah ke Jepang Kini Dirut PT PAL
Kementerian Badan Usaha Milik Negara menunjuk Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang sebagai Direktur Utama PT PAL Indonesia.
Kemudian, melanjutkan S-2 di Hiroshima University dengan jurusan yang sama.
Kahar meraih prestasi sebagai mahasiswa terbaik program perkapalan Jepang tahun 1997 dari Shipbuiding and Naval Architecture Association Japan (SNAJ).
Pada Tahun kedua S-3, dia mendapat beasiswa.
Dia pun mati-matian berusaha untuk bisa membuat kapal.
Ternyata berhasil, dia membuat sistem optimasi desain kapal untuk kapal container.
Baca juga: Prof Ari Kuncoro Jadi Sorotan, Ramai Dibahas Statuta UI Larang Rektor Rangkap Jabatan di BUMN
Desain itu lalu dia patenkan dan Jepang tertarik untuk mengadopsi sistem itu.
Beberapa desain yang dipatenkan, antara lain, tesis paten adalah Patent Right; Sub-Optim System of Ship Desain on Java, Master Tesis Strength Optimization of Bulk Carrier, dan Doktoral Desertation: Hull Optimazation of Tanker and Bulk Carrier with Combined Method of Neural Network and Genetic Algorithim.
Kahar pun direkrut untuk bekerja di sebuah perusahaan galangan kapal ternama di Jepang dengan gaji cukup besar.
Meskipun demikian, panggilan hati kecilnya sangat kuat untuk kembali ke tanah air
Hati kecilnya berkata, dia harus kembali ke Indonesia.
Bermodal tabungan dari gajinya, dia lalu mendirikan perusahaan desain kapal yang kini berkembang cukup pesat, PT Terafulk Megantara Design.
Perusahaan yang didirikan sejak tahun 2006 kini telah berkembang menjadi grup yang terdiri dari tiga perusahaan.
Penamaaan Terafulk berasal dari istilah satuan tera yang berarti triliun dan bahasa Arab al-fulka yang berarti bahtera. Ia terinspirasi dari kitab suci Alquran, surah Hud.
Sebagai orang yang bergelut di perkapalan, Kaharudin berharap Indonesia bisa bangun dari tidur panjangnya, bangkit menjadi kekuatan maritim di Asia dan dunia, serta bisa lepas dari ketergantungan pada asing.
Terafulk yang dikelola Kaharudin merupakan tonggak sejarah industri perkapalan di Indonesia.(*)
Baca juga: Denny Siregar Puji Netizen Penyebab Caleg PKS Tinggalkan Jabatan Penting PAL, Saya Bukan ISIS HTI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hasim0107072021.jpg)