Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Nasib Transmigran di SP 4 dan 5 Towuti Luwu Timur Terkatung-katung

Nasib Transmigran di SP 4 dan 5 Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur Terkatung-katung

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/IVAN ISMAR
Anggota DPRD Luwu Timur, Suprianto 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Transmigran di Satuan Pemukiman (SP) 4 dan SP 5, Kecamatan Towuti butuh perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur.

Dinas Transmigrasi Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnaker) Luwu Timur diminta turun tangan membantu transmigran.

Anggota DPRD Luwu Timur, Suprianto mengatakan program trasmigrasi perlu mendapat perhatian, khususnya di SP 4 dan dan SP 5.

Transmigran di SP 4 ditempatkan sejak tahun 2016 dan SP 5 tahun 2018. Kondisi transmigran butuh lahan untuk menyambung hidup.

"Jaminan biaya hidup transmigran hanya satu tahun ditanggung pemerintah, selebihnya kita tidak tahu" kata Suprianto saat ditemui tribun-timur.com di kantornya, Rabu (30/6/2021) siang.

Transmigran, kata Suprianto, berharap ada lahan bercocok tanam yang bisa segera disiapkan oleh pemerintah.

"Untuk SP 4 lahannya sebagian besar masih hutan dan belum dibuka. Untuk SP 5 lahannya belum jelas," ujarnya.

Ia mengatakan sebagai perwakilan masyarakat dari Dapil IV (Nuha, Towuti dan Wasuponda) meminta pemkab segera melakukan tindakan nyata.

"Untuk menyelesaikan permasalahan dialami trasmigran di SP4 dan SP5," katanya.

Saat ini, kondisi transmigran seperti terkatung-katung. Mau menggarap lahan tapi lahannya belum siap.

Para transmigran memperoleh penghasilan bila musim panen merica atau lada. Transmigran bekerja sebagai buruh petik.

Saat ini lanjut Suprianto, bukan musim merica. Pemerintah saran dia, perlu memberi bantuan sosial hingga lahan berkebun yang disiapkan pemerintah siap. 

"Transmigrasi SP4 dan SP5 ini perlu ada bantuan sosial kepada mereka sebelum ada lahan yang siap digarap," ujar legislator Demokrat.

Kondisi transmigran sudah juga dilaporkan Suprianto kepada Bupati Luwu Timur, Budiman saat rapat paripurna, Rabu siang.

"Karena ini menyangkut kehidupan sehari-hari. Perlu ada perharian dam tindakan nyata di lapangan," imbuhnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved