Tribun Edukasi
Ketahui Jenis Pemanis Buatan dan Dampaknya Bagi Tubuh Apabila Dikonsumsi
Ketahui Jenis Pemanis Buatan dan Dampaknya Bagi Tubuh Apabila Dikonsumsi
Aspartam hanya boleh digunakan dalam yang ditentukan. Menurut U.S Food and drug Administration, 50 miligram per kilogram berat badan saja yang diperbolehkan.
Aspartam dilarang digunakan pada orang yang mengonsumsi obat skizofrenia karena dapat mengakibatkan gerakan otot yang tidak terkontrol (tardive dyskinesia).
Aspartam juga tidak boleh dikonsumsi oleh penderita gangguan metabolisme fenilketonuria, karena tubuhnya tidak dapat memetabolisme asam fenilalanin.
3. Sukralosa
Sukralosa atau splenda adalah pemanis buatan non-nutrisi yang terbuat dari penggantian gugus OH dengan atom klorin dalam proses kimia bertingkat.
Baca juga: Mengenal Kegiatan Pramuka Penggalang
Baca juga: Tahukah Kamu Kemana Matahari Saat Petang Tiba?
Sukralosa 600 kali lipat lebih manis daripada gula biasa dan tidak memberikan rasa pahit sama sekali.
4. Acesulfam potassium
Acesulfam potassium adalah pemanis buatan non-nutrisi yang 200 kali lipat lebih manis daripada gula biasa.
Acesulfam potassium memiliki rasa yang sedikit pahit, sehingga penggunaannya sering dikombinasikan dengan aspartam dan sukralosa.
5. Neotam
Dilansir dari U.S Food and drug Administration, neotam adalah pemanis buatan non-nutrisi yang 7.000 hingga 13.000 kali lipat lebih manis daripada gula biasa.
Neotam bersifat stabil bahkan saat terkena panas, sehingga sering digunakan sebagai pengganti gula untuk makanan yang dipanggang.
Dampak pemanis buatan
Pemanis buatan aman dikonsumsi tubuh manusia selama masih berada pada takaran yang disarankan.
Pemanis buatan memberikan rasa manis tapi tidak memberikan kalori.